Telaga Baca, Konsep Wisata Edukasi Dusun Craba'an

Telaga Baca, Konsep Wisata Edukasi Dusun Craba'an

17 Mar 2019, 16.30
Loading...


Malang satu - Wisata Edukasi Telaga Baca Dusun Craba'an Desa Sumbersuko Kecamatan Dampit diresmikan, Minggu 17/3/2019

Wisata edukasi Telaga Baca ini diinisiasi oleh mahasiswa unira bersama komunitas pemuda Nawadif Dusun craba'an.
Memanfaatkan tanah desa yang terletak didekat telaga, mahasiswa unira dan komunitas pemuda Nawadif memoles lahan tersebut menjadi tempat wisata baru yang di beri nama Wisata Edukasi Telaga Baca.
"Inisiatif dan konsep dari telaga baca ini dari teman-teman mahasiswa unira, kemudian kita dari komunitas Nawadif membantu dan bersama-sama mewujudkan wisata edukasi telaga baca ini". Jelas muhlis, ketua komunitas Nawadif

Konsep wisata edukasi telaga baca ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca generasi milenial hari ini dan adanya tanah desa yang tidak termanfaatkan dengan baik yang berlokasi di dekat telaga.
"Ide dari wisata edukasi ini terinspirasi dari beberapa tempat wisata desa yang sudah ada akan tetapi kami ingin ada yang beda dari wisata desa yang sudah ada, sehingga muncullah ide wisata edukasi telaga baca". Jelas Ahmad Rodzi ketua KKN-T Mahasiswa Unira

Konsepnya adalah tempat wisata desa dengan menambahkan di beberapa titik sebagai tempat untuk pengunjung agar bisa menyempatkan diri membaca berbagai buku yang sudah disiapkan.
"Wisata edukasi telaga baca ini didesain sebagai wisata sekaligus tempat untuk belajar,  kami dirikan gazebo yang berfungsi sebagai tempat buku dan tempat membaca". Jelas Ahmad Rodzi

Sementara di sekeliling gazebo dihiasi dengan ornamen-ornamen yang instagramable sebagai penarik minat anak-anak untuk datang ke Telaga Baca.

Dalam mewujudkan ide wisata edukasi telaga baca ini bukan hal mudah, disamping Karena kondisi lahan yang akan dijadikan tempat Telaga Baca masih berupa semak belukar dan ilalang juga membutuhkan sosialisasi dan pendekatan kepada tokoh masyarakat sekitar dan warga.
"Tempat ini dulunya dianggap angker, sehingga warga agak takut jika dipakai untuk tempat wisata, namun dengan pendekatan dan penjelasan yang kami lakukan, akhirnya warga setuju". Jelas Ahmad Rodzi

Sementara Kepala Desa Sumbersuko, Mat Salim menyampaikan Apresiasi atas ide dan gagasan terkait wisata edukasi telaga baca ini yang kemudian diwujudkan oleh mahasiswa unira.
"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh adek-adek mahasiswa unira, karena selama sekitar 16 tahun, lahan ini hanya berupa semak belukar, tidak tersentuh sekali, dengan datangnya mahasiswa unira ke desa kami dan memiliki ide seperti ini, sehingga terwujud wisata edukasi telaga baca". Ungkap Mat Salim 

Lebih lanjut, Mat Salim berharap kepada mahasiswa unira untuk terus mendampingi pengembangan wisata edukasi telaga baca ini.
"Saya berharap agar adek-adek mahasiswa unira ini untuk terus  mendampingi kami,  terutama pemuda didudun Craba'an ini yang tergabung dalam komunitas pemuda Nawadif untuk Pengembangan Wisata edukasi Telaga Baca ini". Ujarnya

Mat Salim menambahkan, kedepan pengelolaan wisata edukasi  ini akan kami serahkan kepada pemuda yang ada di dusun Craba'an ini dan tentunya akan masuk didalam salah satu unit usaha BUMDes.
"Saya berharap nantinya pemuda dusun craba'an yang tergabung dalam komunitas pemuda Nawadif yang mengelola dan mengembangkan wisata edukasi telaga baca ini". Lanjutnya

Kemudian kades Mat Salim juga berharap bahwa dengan terwujudnya tempat wisata ini akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar, Karena secara tidak langsung telaga baca ini juga menghadirkan lapangan kerja baru, Ketika semakin banyak yang datang berkunjung, maka akan memancing inisiatif warga untuk berwira usaha, misalnya dengan membuka kios yang berjualan makanan dan minuman, souvenir, dan lain sebagainya.

Potensi wisata edukasi telaga baca sangat besar untuk dikembangkan karena lahan di atas telaga yang rindang hanya membutuhkan sedikit sentuhan untuk menjadikannya menarik dikunjungi.

Pengunjung nantinya juga akan mendapat referensi tentang tumbuhan langka saat berkunjung ke Telaga Bacaini, Karena di area ini ada tanaman langka yang sengaja dibudidayakan, Misalnya pohon pule, sono keling, juga pohon jabon yang dikembangkan pertama kali oleh warga lokal Craba’an.

Disamping itu lokasi telaga yang juga dekat dengan lembaga pendidikan menjadi nilai tambah tersendiri ketika lahan di sekitar telaga disulap menjadi area wisata edukasi. Juga lapangan yang luas yang bisa digunakan sebagai tempat outbond, kegiatan persami, dan kegiatan out door lainnya. 

Sementara gazebo bisa digunakan sebagai sarana belajar mengajar, agar siswa tidak jenuh dengan suasana belajar di dalam kelas.

Hadirnya Telaga Baca diharapkan bisa menjadi pemantik semangat gemar membaca generasi muda dusun Craba’an khususnya dan warga Sumbersuko.

Hadir dalam peresmian wisata edukasi telaga baca dusun Craba'an Desa Sumbersuko ini, kepala Desa, Camat Dampit yang sekaligus meresmikan wisata edukasi, Babinsa, tokoh masyarakat dan pemuda komunitas Nawadif serta Mahasiswa Unira. (*)


TerPopuler