Korupsi Dana Desa, Kades Balearjo ditetapkan sebagai Tersangka

Korupsi Dana Desa, Kades Balearjo ditetapkan sebagai Tersangka

13 Mar 2019, 17.00
Loading...


Malang satu - Poles Malang melakukan rilis terhadap penahanan Kades Balearjo (Riduan) Kecamatan Pagelaran, Riduan ditetapkan sebagai tersangka, rilis dilakukan di depan Lobi Polres Malang, Rabu (13/3/2019).

Penahanan Kepala Desa Balearjo (Kades Balearjo), Kecamatan Pagelaran, bernama Riduan, karena yang bersangkutan diduga melakukan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2015-2016 senilai kurang lebih Rp 416 juta.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, penahanan tersangka setelah penyidik memiliki bukti cukup kuat.
"Status Kades Balearjo ini sudah tersangka. Selanjutnya  akan kita kembangkan," ujarnya.

Dalam pengembangnya, kita akan telusuri, apakah ada orang lain yang terlibat dalam kasus ini. Terkait penahan kades Balearjo ini, polres Malang sudah melakukan koordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Malang sebagai Aparatur Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) di Pemerintah kabupaten Malang.
"Inspektorat telah menyerahkan kasus ini kepada polres, karena sebelumnya Inspektorat sudah melakukan Monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap dugaan pelanggaran di Desa Balearjo," jelasnya 

Tersangka di jerat dengan pasal 2 ayat 1 sub pasal sub pasal 3 dan 8 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 atas perubahan Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukumannya  yakni 20 tahun kurungan penjara.

Kapolres Malang  AKBP Yade Setiawan Ujung, lebih lanjut menjelaskan, bahwa kasus ini bermula dari pengaduan masyarakat. 
Modus yang digunakan tersangka adalah dengan memakai uang pajak DD dan ADD untuk keperluan pribadi. Tersangka juga tidak menyetorkan Pendapatan Asli Desa dari hasil pengelolaan tanah bengkok atau tanah kas desa. (*)

TerPopuler