Komunitas Lepen Adventure dan Mahasiswa Unira Gelar Sinau Terbuka dan Susur Sungai di Bajulmati

Komunitas Lepen Adventure dan Mahasiswa Unira Gelar Sinau Terbuka dan Susur Sungai di Bajulmati

13 Mar 2019, 13.26
Loading...

Malang satu - Komunitas lepen adventure Bajul mati bersama mahasiswa unira gelar penyuluhan kepada masyarakat pesisir Bajul mati dan perawatan hutan mangrove khususnya di daerah aliran sungai, Rabu 13/03/2019. 

Lepen adventure ini adalah paguyuban yang digawangi oleh bapak Sohibul Izar sebagai wadah para pemuda dusun Bajul mati yang sadar akan lingkungan dan berkemauan keras untuk menjaga kelestarian lingkungan. 

Dusun Bajul mempunyai banyak potensi alam termasuk juga wisata, berangkat dari itu juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. 
Sohibul Izar mengajak masyarakat dan Komunitas lepen adventure untuk merawat dan mengoptimalkan potensi alam sekitar termasuk wisata edukasi susur sungai dengan penanaman pohon mangrove.
"Potensi Bajulmati ini sangat luar biasa, mulai dari potensi alam, wisata dan masyarakatnya sangat mendukung, sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan, kami mengajak masyarakat untuk peduli pada lingkungan, melalui edukasi susur sungai ini". Ujarnya

Hari ini komunitas Lepen Adventure dan mahasiswa unira bersama masyarakat menggelar Sinau terbuka tentang pelestarian lingkungan dengan melakukan susur sungai. 
Hasan, salah satu mahasiswa unira menjelaskan bahwa kegiatan ini upaya bersama masyarakat untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pelestarian lingkungan.
"Kita bersama Komunitas Lepen Adventure melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat pesisir dan melakukan penanaman mangrove". Jelasnya

Mahasiswa unira hadir bersama masyarakat di Bajulmati dalam rangka melakukan pengabdian kepada masyarakat yang kemudian menggagas kegiatan sinau terbuka ini.
Hal ini dilatar belakangi oleh masih adanya ancaman yang terus terjadi pada hutan mangrove di seluruh Indonesia, karena peralihan fungsi kawasan hutan bakau oleh berbagai pihak. seperti reklamasi, sentra perikanan budidaya, bahkan kayu untuk bahan bakar bagi masyarakat pesisir. semua pemanfaatan yang tidak tepat itu bakal menghancurkan ekosistem mangrove.

"Kawasan hutan mangrove adalah ekosistem yang paling produktif, tetapi juga sekaligus paling terancam didunia, hal ini seperti disampsikan World conservation union sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumberdaya alam". Jelas Hasan

Kegiatan Sinau terbuka ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat termasuk bapak Sohibul Izar, pak sis selaku ketua paguyupan Lepen adventure dan Riski tour guide susur sungai dan beberapa nelayan dusun Bajulmati, serta Mahasiswa unira.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Bajulmati dan sekitarnya. "Harapannya kehadiran mahasiswa unira di dusun Bajulmati menjadi gerbang mitra universitas dengan kami warga dusun Bajulmati, tutur Bapak Sohibul izar. (*)

TerPopuler