Hadirkan Petinju Internasional, Malang Super Fight ke-26 Bakal Sajikan Laga Kelas Dunia

Hadirkan Petinju Internasional, Malang Super Fight ke-26 Bakal Sajikan Laga Kelas Dunia

2 Mar 2019, 10.49
Loading...



Malang Satu - Sajian laga tinju kelas dunia bakal bisa kembali dinikmati masyarakat Malang. Sejumlah atlet tinju internasional, nasional dan lokal dijadwalkan bertanding dalam Kejuaraan Tinju Internasional Malang Super Fight (MSF) ke-26, akhir Maret mendatang.

Gelaran yang bakal digeber pada 29 Maret 2019 itu memperebutkan 3 sabuk emas. Para pemenang bisa memboyong Sabuk Emas Wali Kota Malang, Sabuk Emas Panglima Divisi 2 Kostrad, serta Sabuk Emas Dan Yon Bek Ang Divif 2 Kostrad.

Pembina Komisi Tinju Profesional Indonesia (KPTI) Malang, Ade Herawanto mengungkapkan bahwa MSF ke-26 merupakan rangkaian perayaan HUT ke-105 Kota Malang dan HUT ke-58 Kostrad.

"Malang Super Fight ke 26, kejuaraan tinju dunia WBC internasional ini nanti ada tiga partai utama yang dipertandingkan," ujarnya.

Frontman d'Kross Community itu menambahkan, persiapan kejuaraan tersebut melibatkan lintas sektoral. Namun, koridor tujuannya tetap satu. Yakni menyelaraskan visi dan misi ke depan demi membangkitkan kembali kejayaan tinju tanah air di pentas internasional.
"Semua pihak yang terlibat telah berkomitmen dan memberikan dukungan penuh untuk kemajuan olahraga tinju Malang di kancah dunia," tuturnya.

Petinju-petinju yang akan turun gelanggang, di antaranya berasal dari Sasana Armin Tan Boxing Camp yang berbasis di Tangerang, Banten.

"Kami menyambut positif sekaligus akan berpartisipasi dengan menurunkan tiga petinju, dua kelas internasional dan satu kelas nasional," ujar Armin Tan Tagore, kepala sasana.

Promotor tinju internasional itu juga berharap nantinya MSF ke-26 akan kembali menghidupkan iklim tinju di Kota Malang.

"Malang ini sudah saya anggap rumah kedua, dan potensinya sangat besar. Sayangnya saat ini masih minim sekali pertandingan. Adanya MSF ini pertama saya harap bisa meriah. Kedua, agar iklim tinju lebih hidup dan atlet-atlet lokal termotivasi," tuturnya.

Dia mencontohkan atlet tinju asal Malang, Hero Tito yang saat ini menjadi salah satu petinju profesional di Indonesia dan kerap tampil di pentas tinju internasional.

"Saat ini Hero Tito termasuk yang berlatih di sasana saya, dan dia potensial. Saya yakin di Malang masih banyak "Hero Tito" lain yang menunggu untuk ditemukan," pungkasnya. (aga)

TerPopuler