BPBD Gelar Sosialisasi Peta Rawan Bencana & Panduan Penggunaan APBDesa

BPBD Gelar Sosialisasi Peta Rawan Bencana & Panduan Penggunaan APBDesa

15 Mar 2019, 14.07
Loading...


Malang satu - BPBD Kabupaten Malang gelar sosialisasi Peta rawan bencana dan panduan penggunaan APBDesa untuk ketangguhan bencana yang dilaksanakan di balai Kecamatan Pujon, Jumat 15/3/2019

Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa Berdasarkan penilaian Indeks Risiko Bencana dari BNPB dan Dokumen Kajian Resiko Bencana BPBD Kabupaten Malang menduduki nomor 2 se-Jawa Timur dan peringkat nomor 9 se-Indonesia. 
"Indeks ini mengindikasikan bahwa Kabupaten Malang mempunyai risiko yang tinggi terhadap bencana, khusunya bencana akibat perubahan iklim". Jelasnya

Dengan wilayah kabupaten Malang  sangat rawan terhadap ancaman bencana, maka pemkab Malang dalam hal ini BPBD Kabupaten Malang berusaha mengidentifikasi potensi-potensi bencana yang akan muncul terjadi, agar mudah  dipahami oleh masyarakat umum, maka disusun peta rawan bencana ini akan memuat informasi tentang lokasi-lokasi bencana yang berpotensi terjadi  di wilayah Kabupaten Malang. 
"Dengan memiliki peta daerah rawan bencana tersebut maka akan diketahui mana lokasi yang berisiko terhadap bencana untuk kemudian dapat melakukan pencegahan sebagai aksi pengurangan risiko terhadap bencana yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Malang". Jelas Sadono

Peran serta pemerintah Desa juga sangat penting dan diharapkan desa dapat mengslokasikan anggaranya untuk kebencanaan ini. 
"Ketidaktahuan desa serta ketakutan desa dalam merencanakan dan mengalokasikan APBDesanya untuk Ketanguhan Desa dan lingkungan hidup masih tinggi, meskipun di UU Desa dan regulasi turunan desa seperti Pemendesa Nomor 16 Tahun 2018 tentang “Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 dimana dalam pasal 5 point d disebutkan Dana Desa diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan Pembangunan Desa, yang meliputi antara lain untuk pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana prasarana lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan: 1. Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan konflik sosial; 2. Penanganan bencana alam dan bencana sosial; dan 3. Pelestarian lingkungan hidup”. Paparnya 

Berangkat dari peluang dan tantangan tersebut perlu diadakanya kolaborasi kerjasama antara BPBD Kabupaten Malang dengan APIK dalam mendiseminasikan hasil penyusunan panduan penggunaan APBDesa untuk ketangguhan bencana & lingkungan hidup tingkat desa sebagai upaya membangun ketangguhan mandiri di tingkat desa. 
"Kegiatan ini bertujuan untuk Menyampaikan hasil penyusunan  peta rawan bencana tingkat kecamatan Pujon di Kabupaten Malang  dan Diseminasi panduan penggunaan APBDesa untuk ketangguhan bencana & lingkungan hidup di Kecamatan Pujon". Jelas Sadono

Sadono juga berharap bahwa Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah Kepala Desa dan Muspika di Kecamatan Pujon  mendapatkan sosialisasi peta rawan bencana tingkat kecamatan di Kabupaten Malang dan difahaminya strategi penggunan APBDEsa/Dana Desa untuk ketangguhan bencana & lingkungan hidup di Kabupaten Malang

Sedangkan sekcam pujon dalam sambutanya menyampaikan kita sebagai warga pujon harus memahami risiko bencana yg cukup banyak di kecamatan pujon ini,  baik longsor, puting beliung, gempabumi, dll. 
"Oleh karenanya kesiapsiagaan mandiri/ketangguhan mandiri bisa dilakukan secara mandiri melalui kegiatan yg di biayai oleh dana desa sebagai solusi. Apalagi di pujon banyak lokasi wisata harus di padukan dengan pengurangan risiko bencana". Jelasnya

Kegiatan sosialisasi ini di hadiri muspika pujon, seluruh kepala desa dan relawan kebencanaan.(*)

TerPopuler