Wisata Pemandian Wendit Diminati Lima Investor

Wisata Pemandian Wendit Diminati Lima Investor

8 Feb 2019, 16.27
Loading...
Malang Satu – Banyak investor yang mulai melirik potensi pariwisata di Kabupaten Malang. Salah satunya, Wisata Pemandian Wendit yang ternyata, cukup diminati banyak investor untuk mengembangkan potensi wisata di tempat itu.

Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Wisata Wendit, Gunawan Purwadi mengatakan, untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihaknya akan melibatkan pihak ketiga selaku pengelolaannya.

"Di Wendit ini jika dikelola pihak ketiga, dapat lebih menarik dan bersaing dengan objek wisata lainnya yang ada di Malang Raya. Sebab, pihak ketiga jelas lebih profesional, karena berorientasi pada profit," ungkap Purwadi, Jumat (8/2/2019) sore.

Hingga saat ini, lanjut Gunawan, sudah ada lima investor yang telah tertarik dan mengajukan penawaran kerjasama untuk pengelolaan tempat wisata ini. "Kami mengambil langkah ini untuk menunjang pertumbuhan dunia pariwisata yang mengusung basis kemasyarakatan," paparnya.

Gunawan menjelaskan, para investor itu akan diseleksi tim pengkaji yang melibatkan instansi teknis terkait, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Bagian Kerjasama, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

"Selain itu, tim pengkaji tersebut, saat ini masih menyampaikan persyaratan yang di ajukan investor tentang legal kepemilikan Wendit. Karena untuk area parkirnya ada lahan milik PT KAI. Bila sudah selesai akan kami informasikan," bebernya.

Perlu diketahui, tempat Wisata Pemandian Wendit menjadi salah satu destinasi favorit di Kabupaten Malang. Pasalnya, menjadi lokasi yang cukup tua. Usianya lebih dari 30 tahun. Wisata dengan pemandian sumber air ini memiliki daya tarik pada monyet yang bisa ditemui dengan mudah.

Mereka berkeliaran di sekitar pengunjung. Beberapa kali digelar ritual budaya di Wendit. Terbaru adalah Grebeg Tengger Tirto Aji. Masyarakat Tengger mendatangi mata air Mbah Gimbal dan Mbah Kabul untuk mengambil tirta di sana. Kegiatan ini dilakukan menjelang upacara Yadnya Kasada. (yog)

TerPopuler