Wahabi Wajah Lain Khawarij

Wahabi Wajah Lain Khawarij

4 Feb 2019, 20.41
Loading...

Malang Satu – Khawarij adalah golongan yang pertama kali mengkafirkan serta menganggap syirik kaum Ahlussunnah Waljama'ah.

Imam Bukhari ra, dalam kitab Sahihnya, pada bab "Memerangi kaum Khawarij dan Atheis", setelah memberikan hujjah bagi mereka, serta melandaskan firman Allah:
{وما كان الله ليضل قوما بعد إذ هداهم حتى يبين لهم ما يتقون}
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi" (QS. At-Taubah: 115)

Dalam penilaian Sayyidina Umar ra, Khawarij termasuk sejelek-jeleknya kelompok manusia. Umar juga berkata:
إنهم انطلقوا إلى ٱيات نزلت في الكفار، فجعلوها على المؤمنين
"Mereka adalah kelompok yang menjadikan ayat-ayat Qur'an untuk orang kafir, dipakai untuk menyerang kaum mukminin"

Fenomena Khawarij ini sudah ada sejak zaman Sahabat, dan terus berlanjut hingga saat ini. Suka mengkafirkan dan mensyirikkan umat Islam lainnya adalah ciri utama kelompok yang banyak disinyalir dalam hadis Nabi.

Hingga saat ini, ciri utama Khawarij ini kian marak di kalangan umat Islam. Meski beda nama, atau mungkin tidak mau disebut Khawarij, namun jika ada kelompok atau golongan yang suka mengkafirkan muslim lainnya, maka mereka adalah muslim yang terjangkit virus Khawarij.

Dalam kitab An-Nur fi Aqidati Al-Akahir, karya Imam Solahuddin At-Tijani Al-Hasani, termaktub catatan fenomena masa kini seputar realita Khawarij:

اليوم ابتلى الناس بمن ينتسب إلى الكتاب والسنة، ويستنبط من علومهما، ولا يبالي من خالفه. ومن خالفه فهو عنده كافر. هذا ولم يكن فيه خصلة واحدة من خصال أهل الاجتهاد. ولا والله ولا عشر واحد. ومع هذا راج كلامه على كثير من الجهال. فإنا لله وإنا إليه راجعون

"Saat ini umat Islam mendapat cobaan dengan orang yang hanya menjadikan Al-Qur'an dan hadis sebagai rujukannya dalam beragama. Dia mengambil intisari sendiri dari dua sumber Islam itu, tanpa memperdulikan pihak yang berbeda pendapat dengannya.

Dan siapa saja muslim yang beda pemahaman dengannya dalam berislam, dianggapnya kafir.

Sebenarnya ilmu orang tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan para Mujtahid. Sama sekali tidak ada, bahkan tidak sampai sepersepuluhnya.

Toh demikian, perkataannya laris manis diikuti oleh kebanyakan orang-orang yang bodoh. Innalillah wainnailaihi Raji'un".

Tahukah anda, siapakah yang berpendapat seperti di atas? Dan siapa yang menjadi objek pembicaraannya?

Itu adalah ucapan Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Dan orang yang dibicarakannya adalah saudaranya sendiri yang tidak lain adalah Muhammad bin Abdul Wahab, pelopor pemahaman Wahabi yang kini makin menggeliat di Indonesia.

Sulaiman terus mengingatkan masyarakat kala itu agar jangan sampai terpedaya dengan perkataan-perkataan saudaranya yang selalu melecehkan ulama-ulama madzhab, dan yang selalu mengkafirkan siapa saja yang beda pendapat dengannya.

Hal itu terus berlanjut, sampai kemudian Sulaiman memutuskan untuk pergi meninggalkan kota Madinah, karena khawatir saudaranya menggunakan "tangan besi" pemerintah untuk membunuhnya.

Untuk membantah semua pemahaman Wahabi,  sayikh Sulaiman akhirnya mengarang satu kitabnya: Asy-Syaqa'iq Al-Ilahiyyah fi Ar-Raddi ala Al-Wahabiyyah.

Waba'du, jika ada yang bertanya, kenapa kita harus menentang Ibnu Abdul Wahab ini?

Setidaknya ada beberapa alasan, yang pada intinya, Wahabi merupakan wajah lain yang semakin mematenkan ciri Khawarij sebagaimana di atas.

Secara detail, beberapa alasan berikut menjadi landasan bagi kita kenapa harus melawan ajaran Muhammad bin Abdul Wahab.

  1. Dia sebagaimana guru utamanya, Ibnu Taimiyah- melarang ziarah ke pesarean Rasulullah SAW.
  2. Di juga melarang bertawassul kepada Nabi, para wali dan kepada kaum salihin.
  3. Dalam setiap khutbah Jum'at, dia bahkan selalu mengucapkan: barang siapa yang bertawassul kepada Rasulullah, maka orang itu telah kafir. 
  4. Baginya, pelaku zina itu lebih sedikit dosanya dibandingkan orang yang mengajak bersolawat kepada Nabi.
  5. Dia membakar kitab Dalail Khairat dan kitab-kitab seputar penjelasan bersolawat kepada Nabi SAW.
  6. Nabi Muhammad disebutnya seperti Tharis (Sail baris), yakni tukang pos.

Dan masih banyak lagi perkataan dan pendapat Ibnu Abdul Wahab ini yang sejatinya justru menghinakan kemuliaan Rasulullah. (*)

*Penulis : DR. Zulfan Syahansyah, (Dosen Ahlussunah Wal Jamaah Pasca Sarjana UNIRA Malang)

TerPopuler