Sisi Lain Kyai Badruddin Anwar | Malang Satu
Cari Berita

Advertisement

Sisi Lain Kyai Badruddin Anwar

Malang Satu Net
5 Feb 2019


Malang Satu - Kyai Seperti Orang Kebanyakan. Mungkin, dulu busana menjadi penanda. Imamah yang dilingkarkan di kepala hanya dipakai oleh kalangan tertentu. Mereka (yang secara keilmuan dan amaliyah memang mumpuni) memakai busana tersebut.

Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari kita tahu dalam beberapa foto yang beredar memakai busana tersebut. Sekali lagi, mungkin imamah adalah penanda ulama. Dan yang bukan ulama tak akan berani memakainya. Kini, ketika ghirah keislaman menguat, imamah bukan barang mewah lagi. Semua orang memakainya, sebagai penanda bahwa pemakainya mengikuti sunnah Nabi.

Orang awam memakai sebagaimana ulama. Di satu sisi, semangat keislaman semacam ini patut kita syukuri. Tapi, di lain sisi kita bersedih, saat ada oknum pemakai busana tersebut melakukan penipuan dan penyelewengan syariat.

Imamah hanya sebagai kedok. Para kyai di pesantren-pesantren, biasanya berbaur dengan kebanyakan orang. Mereka tak ingin terlalu mencolok, kecuali mungkin saat mau melaksanakan sholat atau mengisi pengajian. Kyai Badruddin, pengasuh pertama Pondok Pesantren Annur 2 Malang adalah tipe kyai yang low profile, sederhana dan seperti kebanyakan orang.

Para santri generasi awal banyak memberikan pengakuan tentang ini. Betapa sering, kyai berbaur dengan para santri memegang cangkul, ikut membantu pembangunan dan membuat taman. Berkostum sarung, kaos oblong dan peci, tak ada yang tahu bahwa beliau adalah pengasuh pesantren tersebut.

Seringkali para tamu "kecelek" dan tidak tahu kalau beliau adalah kyainya. Ketika bepergian keluarpun, kyai Bad seringkali berkostum seperti kebanyakan orang. Bahkan, beliau tidak sungkan untuk memakai celana. Ini merupakan salah satu bukti bahwa beliau sama sekali tidak menghiraukan penilaian orang lain dan tak mau diketahui orang lain bahwa dirinya seorang kyai.

Suatu hari, beliau ikut antri di kementerian agama Kabupaten Malang yang saat itu masih DEPAG. Beliau ke sana untuk urusan haji. Dengan kostum biasa, beliau duduk mengantri. Saat itulah, ada seorang yang mungkin sudah pernah haji duduk di sampingnya.

Pak, haji itu harus begini dan begitu. Syarat dan rukunnya begini. Pendek kata, haji tersebut menuturi kyai Bad perihal haji. Kyai dengan wajah tersenyum dan antusias mendengarkan pemaparan pak haji tadi.

Begitu sudah tiba antrian beliau, barulah ada yang memberi tahu pak haji tadi. Bah, kamu tahu siapa orang yang kamu jelasin tentang haji tadi? Tidak, jawabnya. Beliau adalah pengasuh pesantren Annur 2 Bululawang Malang. Beliau adalah kyai Badruddin.

Sontak pak haji kaget dan merasa malu. Kisah ini diriwayatkan dari Kyai Haji Imam Muslim, salah satu santri Kyai Bad yang saat ini menjadi dai kondang di Malang Raya. (*)

*Penulis : Gus Helmi Nawali, Pesantren Cahaya