Sebut NU Radikal di Buku Tema SD, Ini Sikap LP Maarif | Malang Satu
Cari Berita

Advertisement

Sebut NU Radikal di Buku Tema SD, Ini Sikap LP Maarif

Malang Satu Net
5 Feb 2019


Malang Satu – Lembaga Pendidikan Maarif PCNU Kabupaten Malang, mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji ulang munculnya buku tema bagi siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam buku pelajaran itu, disebutkan bahwa NU merupakan ormas radikan. Bahkan doa bersama setelah sholat fardhu yang dianggap bid’ah, perlu dikoreksi lagi agar tidak menjadi komoditas politik.

“Pada dasarnya penulis buku menggunakan istilah "radikal" kurang tepat. Biasanya yang digunakan istilah non cooperation saja, karena sejak awal NU didirikan tidak mau bekerjasama dengan Belanda. Apalagi pada awal berdirinya NU adalah ormas keagamaan bukan partai politik, memang sepertinya ada unsur yang sengaja menunjukkan penulisnya tidak menguasai sejarah,” tegas Dr.Hasan Abadi, Ketua LP Maarif PCNU Kabupaten Malang, Selasa (5/2/2019) melalui siaran persnya.

Menurut Hasan, partai politik harus dikelompokkan dengan partai politik. Ormas keagamaan harus dikumpulkan dengan ormas keagamaan. Sementara ditulisan itu, NU sendirian dicampur aduk dengan partai politik.

“Namun kita tidak perlu memanaskan suasana, cukup kita protes ke pusat kurikulum nasional untuk menarik semua buku yang tidak tepat tersebut. Dan merevisi sesuai dengan sejarah yang tepat termasuk periodisasi dan pengelompokannya,” terang Hasan.

Ia melanjutkan, munculnya buku tersebut, kita sikapi dengan kepala dingin, dan tindakan yang terukur. “Perlu juga barangkali KaPuskurbuk Kemendikbud untuk dimohon segera membuat siaran pers supaya isu ini, tidak jadi komoditas politik,” Hasan mengakhiri. (yog)