Pemkot Malang Gelar Musrenbang Difabel

Pemkot Malang Gelar Musrenbang Difabel

14 Feb 2019, 17.54
Loading...
Malang Satu – Saat ini di Kota Malang, jumlah disabilitas yang ada sebanyak 674 jiwa  atau sebesar 0,075 % dari jumlah penduduk Kota Malang.

Namun, sebagian dari penyandang disabilitas hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, dan/atau miskin, disebabkan masih adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas.

Mendasar pada hal tersebut, Pemerintah Kota Malang melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menggelar Musrenbang Disabilitas pada hari Kamis tanggal (14/2/2019) di Hotel Savana Malang.

Musrenbang tematik yang mengambil tema "Membangun Pengarusutamaan Disabilitas Dalam Pembangunan Kota Malang" tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji.

Menurut Wawali yang lebih akrab disapa Bung Edi tersebut, dalam sambutannya menyatakan bahwa didalam pelaksanaan dan pemenuhan  hak penyandang disabilitas memiliki tujuan untuk mewujudkan penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia serta kebebasan dasar penyandang disabilitas secara penuh dan setara; menjamin upaya   penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak sebagai martabat yang melekat pada diri penyandang disabilitas; mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, mandiri, serta bermartabat; serta melindungi penyandang disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan dan segala tindakan diskriminatif, serta pelanggaran hak asasi manusia.
"Selain itu, memastikan pelaksanaan upaya penghormatan, pemajuan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri serta mendayagunakan seluruh kemampuan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya untuk menikmati, berperan serta berkontribusi secara optimal, aman, leluasa, dan bermartabat dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat juga perlu diperhatikan" ujar Bung Edi.

Untuk itu, lanjut Bung Edi  melalui kegiatan musrenbang disabilitas ini, berbagai upaya strategis dalam rangka menggugah kembali kepedulian kita semua akan pentingnya kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas diharapkan dapat terlaksana.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menjaring aspirasi dari penyandang disabilitas, yang dapat dijadikan sebagai masukan-masukan atau usulan dalam rangka penyusunan RKPD Kota Malang. Agar dapat dipastikan akses dan manfaat pembangunan, dapat dibagi dengan adil dan dinikmati secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk didalamnya para penyandang disabilitas. (aga)

TerPopuler