Pangdam V/Brawijaya Lepas 98 Prajurit Yon Zipur ke Lombok

Pangdam V/Brawijaya Lepas 98 Prajurit Yon Zipur ke Lombok

21 Feb 2019, 12.02
Loading...

Malang Satu - Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe PB, melakukan rangkaian kunjungan kerja  ke Malang, Kamis (21/2/2019) pagi ini.

Salah satunya ke Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, guna melepas keberangkatan sejumlah prajurit ke Lombok, guna melakukan percepatan pembangunan rumah yang terdampak bencana gempa beberapa waktu lalu.

Sebanyak 98 prajurit akan diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemberangkatan personil ini, untuk percepatan pembangunan wilayah Lombok, pasca kejadian gempa bumi pada Juli 2018.
"Personil yang diberangkatkan ke Lombok, akan melakukan percepatan perbaikan pasca gempa. Personil yang berangkat ke Lombok, dipimpin oleh Kapten Sayitno," tuturnya.

Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe PB, memberikan pesan pada prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen yang diberangkatkan ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pesannya, satgas percepatan pembangunan hunian tetap daerah pasca bencana gempa bumi, untuk menjalankan tugas dengan penuh kepercayaan dan semangat tinggi.

"Tugas itu kepercayaan dan harga diri. Kalau kamu tidak mampu, maka berarti tidak punya harga diri dan kehormatan," tegas Wisnoe PB.

Karenanya, lanjut Wisnoe, untuk mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin. Yaitu dengan memberikan yang terbaik, jangan sampai lemah.

Nantinya selama dua bulan menjalankan tugas, sekitar 100 prajurit ini, akan melakukan perbaikan di sembilan titik dengan memperbaiki sekitar 900 rumah warga. Selama menjalankan tugas, Wisnoe juga berpesan untuk tidak membedakan suku, golongan, ras maupun agama.
"Kalian tugas di NTB selama dua bulan. Sehingga keluarkan kemampuan terbaik secara maksimal. Lakukan yang positif untuk mencapai hasil yang maksimal," jelasnya.

Wisnoe juga menambahkan, bahwa prajurit yang terpilih tugas operasi kemanusiaan ini, harus berbangga hati. Karena tugas ini adalah kehormatan dan kepercayaan yang diberikan bangsa dan negara, dalam melakukan reboisasi dan rekonstruksi sarana masyarakat yang menjadi korban gempa.

"Kami minta berikan yang terbaik untuk membantu masyarakat. Jadikan kehormatan dan pengabdian tugas ini, sebagai wujud kemanunggalan TNI," ujar jenderal bintang dua ini. (aga)

TerPopuler