Oknum Wartawan Mingguan Ditangkap Usai Peras Guru | Malang Satu
Cari Berita

Advertisement

Oknum Wartawan Mingguan Ditangkap Usai Peras Guru

Malang Satu Net
4 Feb 2019


Malang Satu - Satuan Intelkam Polres Malang, menangkap tiga pelaku pemerasan terhadap Winarjo, (59), seorang guru di Sekolah Dasar Negeri 3 Asrikaton, Pakis, Sabtu (2/2) lalu.

Ketiga pelaku, mengaku sebagai oknum wartawan dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Ketiganya ditangkap, ketika menerima uang sebesar Rp 2 juta.

Ketiganya adalah MS, (48), warga Desa Sumberkradenan, Pakis, YT, (31), warga Desa Asrikaton, Pakis dan AD, (40), warga Tambak Asri, Morokembangan, Kota Surabaya. Mereka ditangkap di dalam ruangan Kepala SD Negeri 3 Asrikaton, Pakis.

Polisipun mengamankan sejumlah barang bukti, selain uang hasil pemerasan sebesar Rp 2 juta pecahan Rp 50 ribu, juga beberapa bukti lainnya. Diantaranya kartu identitas aliansi wartawan dan kartu identitas PWRI atas nama AD, kartu Pers Seputar Malang dan kartu Pers Card Radar Nasional Kabiro Kota Batu atas nama MS, surat tugas pemantau keuangan negara menugaskan AD dan YT, empat buat HP milik ketiganya, salah satunya yang digunakan berkomunikasi dengan korban.

Kemudian, dompet milik MS berisi uang Rp 700 ribu, SIM C, KTP, kartu Forum Independen Masyarakat Malang Raya, Kartu Surabaya Minggu, Kartu LSM Gerakan Anak Bangsa dan Kartu anggota BIN. Lalu, dompet milik AD, berisi uang Rp 814 ribu, kartu ATM Bank Jatim, Bank BRI, Bank BRI, kartu kantor hukum yustitia Indonesia, Kartu Tugas Sorotimes, Kartu Liputan KPK, kartu alisiansi wartawan dan kartu lembaga tinggi. Serta dompet milik YT, berisi uang uang Rp 255 ribu, kartu brizi BRi, ATM BRI, kartu suksesi Pers, dan  KTA Kantor Hukum Yustitia Indonesia.

"Memang benar kami mengamankan tiga orang pemerasan yang mengaku sebagai oknum wartawan dan LSM. Ketiganya langsung kami serahkan ke Satreskrim Polres Malang," ujar Kasat Intelkam Polres Malang, AKP Imam Solikin ketika diamankan.

Diperoleh keterangan, pada Jumat (1/2) salah satu pelaku yakni YT, menghubungi korban untuk meminta uang sebesar Rp 7,5 juta. Uang tersebut diakui untuk menutupi permasalahan salah satu murid, yang mengalami luka karena ketidaksengajaan tertusuk gunting saat pelajaran.
Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, korban menawar hanya bisa memberikan Rp 250 ribu.

Tetapi YT tidak mau dan tetap ngotot meminta uang sebesar Rp 7,5 juta. Kemudian keesokan harinya, Sabtu (2/2) YT kembali menghubungi korban untuk menanyakan kelanjutannya.

Karena didesak korban akhirnya mau memberikan Rp 2 juta, dan meminta pelaku datang ke sekolah. Ketika ketiganya datang dan MS menerima uang, petugas Satuan Intelkam yang sebelumnya mendapat informasi, langsung menangkapnya.

Dugaannya, mereka tidak hanya sekali melakukan pemerasan. Tetapi tindakan tersebut sudah dilakukan beberapa kali di lokasi lain, dengan modus mengancam akan mengangkat permasalahan.

"Kasusnya langsung ditangani Unit I Satreskrim Polres Malang. Ketiganya juga langsung ditahan," ujar salah satu penyidik Satreskrim Polres Malang.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi juga membenarkan. Bahkan ketiganya sudah dilakukan penahanan.

"Iya sudah ditahan," jawabnya.

Kini, polisi masih terus melakukan pengembangan serta penyelidikan terhadap kasus yang melibatkan oknum wartawan mingguan yang tertangkap tangan melakukan pemerasan ini. (aga)