Menikmati Hidup, Berpikir dan Perilakunya Selalu Memberi Bukan Menerima

Menikmati Hidup, Berpikir dan Perilakunya Selalu Memberi Bukan Menerima

14 Feb 2019, 10.16
Loading...
Malang Satu - Semua orang ingin memiliki teman sebanyak-banyaknya. Apalagi jika meyakini bahwa kawan adalah rejeki. Bentuknya tidak sekedar materi tapi yang lainnya.

Masalahnya tidak seluruh orang mampu merawat persahabatan. Banyak yang inginnya instan sehingga lebih mengutamakan transaksional daripada menjalin hubungan jangka panjang dan tanpa batas.

Mereka yang terbiasa berpikir instan dan transaksional saat berhasil mencapai keinginannya merasa bahagia dan senang. Bahkan beranggapan sebagai pemenang karena kemauannya tercapai.

Padahal justru yg terjadi sebaliknya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini termasuk merugi. Realitanya untuk jangka panjang bukan malah untung tapi justru buntung.

Orang-orang yang pernah berhubungan dengan dirinya pasti kapok. Tidak mau untuk yang kedua kali dirugikan. Selain berusaha menghindar, kalau terpaksa berhadap-hadapan akan bersikap defensif.

Merugikan Orang lain, Ruang Geraknya Jadi Sempit Sekali : 


Orang yang pernah merugikannya pasti dinilai negatif sehingga apapun yang disampaikan dan dilakukan orang tersebut tidak akan direspon secara baik. Malah bisa jadi mereka yang dirugikan akan bercerita ke teman-temannya tentang pengalaman pahitnya itu.

Orang-orang yang berperilaku merugikan orang lain menyadari atau tidak ruang geraknya jadi sempit. Bahkan sempit sekali. Dari waktu ke waktu teman-temannya berkurang secara drastis. Akhirnya malah merasa sendiri karena semua orang menghindari dirinya.

Setelah ini terjadi baru timbul penyesalan atas perilaku negatifnya pada banyak orang. Nasi sudah menjadi bubur. Sesal belakangan tiada gunanya.

Sebelum terlambat sebaiknya membiasakan diri untuk berpikir dan perilakunya selalu memberi bukan menerima. Posisi di atas jauh lebih mulia daripada di bawah.

Semuanya diawali dengan niat baik yang dilandasi hati yang bersih. Dilanjutkan dengan berpikir positif. Kemudian secara sungguh-sungguh, fokus, serius, dan totalitas mengeksekusinya.

Niat yang baik saja sudah dicatat sebagai pahala. Apalagi kalau mewujudkannya secara sungguh-sungguh tanpa pamrih, pahalanya berlipat ganda. Ini sesuai dengan janji TUHAN.

Pasti Dihargai Lingkungan, Memberi Tidak Akan Membuat Miskin : 


Yakinlah selalu memberi apa saja dengan penuh keikhlasan, tidak akan pernah membuat kita jadi miskin. Justru yang terjadi adalah sebaliknya yakni kaya raya minimal hati.

Selain itu di manapun berada, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja, pasti dihargai lingkungan. Apalagi jika memberinya dilakukan secara konsisten.

Mereka yang sudah terbiasa melakukan itu hidupnya pasti nyaman, bahagia, tenang, dan tanpa beban. Selain itu ingin terus-menerus berbuat baik pada sesama, dikenal ataupun tidak orangnya.

Semoga kita dapat membiasakan diri untuk konsisten memberi apa saja pada sesama. Dengan begitu secara nyata turut meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesusahan. Aamiin ya robbal aalamiin. (*)

*Penulis : Dr. Aqua Dwipayana (Mantan Wartawan Sekaligus Konsultan Komunikasi dan Motivator)

TerPopuler