Mendikbud : Kita Tarik Buku Tema SD Soal NU Radikal

Mendikbud : Kita Tarik Buku Tema SD Soal NU Radikal

7 Feb 2019, 17.34
Loading...

Malang Satu – Menteri pendidikan dan kebudayaan, Muhajir Effendi menepis buku tema pelajaran Sekolah Dasar yang memuat Ormas Nahdatul Ulama, tergolong dalam kelompok radikalis, adalah produk kebijakan Kemendikbud yang kini dipimpinnya.

Kata Muhadjir, isi buku pelajaran yang kini menuai protes keras dari sejumlah elemen pendidikan dikalangan NU tersebut, merupakan produk yang diterbitkan berdasarkan Peraturan Menteri nomor 57 tahun 2014 sebagai bentuk implementasi dari kurikulum 13. Yang Kemudian direvisi dengan peraturan menteri pendidikan nomor 34 tahun 2016.

"Selama saya menjadi menteri belum pernah merevisi buku kecuali menambah dengan peraturan menteri nomor 24 tahun 2018. Desember kemarin itu adalah untuk menambah mata pelajaran informatika. Itu saja, jadi saya belum pernah melakukan revisi,” ujar Muhadjir, Kamis (7/2/2019) usai mengisi Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir di Teater Universitas Muhammadiyah Malang.

Muhadjir menuturkan, bahwa kontek dari kata radikal, yang ditujukan kepada Ormas Nahdatul Ulama tersebut, sebagai simbol perlawanan pada penjajahan Belanda di era perjuangan kemerdekaan Republik ini.

"Itu sebetulnya adalah didalam buku tema sejarah. Tentang perjuangan kemerdekaan. Kemudian oleh tim penulis itu dicirikan dengan memiliki watak yaitu non kooperatif, tidak mau berkompromi sama pemerintah kolonial. Nanti itu lah yang kemudian dikategorikan sebagai organisasi radikal. Jadi sebetulnya kata radikal itu dalam kontek melawan penjajah kolonial,” tegasnya.

Ia menuturkan, ketika buku tersebut di susun, kata radikal belum menjadi kata pejoratif. Namun saat ini kata radikal menjadi sensitif. Yang dikhawatirkan, bila diajarkan kepada anak-anak didik, bisa keluar konteks dengan makna sebaliknya.

"Karena itu saya mengapresiasi ada guru yang kritis menyampaikan kepada saya langsung tentang itu. Karena para guru tahu persis bagaimana suasana di lapangan,” bebernya.

Muhadjir menambahkan, pihaknya juga telah mengambil langkah untuk segera menarik peredaran buku tema Sekolah Dasar tersebut. Dan melakukan revisi terkait isi dari buku yang menuai polemik itu. (aga)

TerPopuler