Kurang Bukti, Pelaku Penebangan Kayu Dipinggir Jalan Bebas

Kurang Bukti, Pelaku Penebangan Kayu Dipinggir Jalan Bebas

21 Feb 2019, 16.48
Loading...

Malang Satu - Dua warga Dusun Ringinsari, Desa Sidodadi, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, akhirnya bebas. Komari, (45), serta Miseman, (36), hanya menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis.

Sebelumnya mereka ditangkap karena dugaan terlibat pencurian kayu sonokeling di pinggir jalan raya Dusun Tunjungsari, Kecamatan Bantur.

Keduanya dibebaskan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Rabu (20/2) petang lalu. Dari hasil gelar perkara, bukti normatif yang mendukung untuk menjadikan mereka sebagai tersangka masih kurang.

"Keduanya sudah kami pulangkan. Mereka hanya kami wajibkan lapor saja," ujar KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo.

Penyebab utama, tidak ditahannya kedua pelaku ini. Adalah tidak adanya pihak pelapor. Dinas PU Bina Marga yang disebut pemilik kayu pinggir jalan tersebut, tidak memiliki keabsahan sebagai pemilik. Keberadaan kayu sonokeling tidak terdata di Dinas PU Bina Marga.

"Kami wajibkan lapor karena belum ada pihak yang dirugikan. Kami masih terus mendalami perkaranya, termasuk mencari tahu siapa korban atau pemilik atas kayu tersebut," tuturnya.

Untuk diketahui, dua orang bertetangga warga Dusun Ringinsari, Desa Sidodadi, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, diamankan Unit Reskrim Polsek Bantur, Selasa (19/2) dini hari. Yakni Komari, 45, serta Miseman, 36.

Keduanya ditangkap karena diduga mencuri pohon sonokeling yang ada di pinggir jalan raya Dusun Tunjungsari, Desa/Kecamatan Bantur. Pohon tersebut milik Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Alasan ketika ditangkap, mereka diperintah oleh pejabat di Dinas PU.

Modusnya memotong kayu dengan menggunakan gergaji mesin. Kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Barang bukti yang diamankan, satu mobil pick up T120SS nopol N-8248-DG, tiga potong kayu sonokeling ukuran 180 sentimeter, dua gergaji mesin serta tiga buah handphone.(aga)

TerPopuler