Ketum PP Muhammadiyah Tanggapi Puisi Fadli Zon

Ketum PP Muhammadiyah Tanggapi Puisi Fadli Zon

7 Feb 2019, 18.17
Loading...

Malang Satu - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Ikut tergelitik menanggapi puisi doa yang tertukar buatan Fadli Zon. Ia pun menghimau elite politik negeri ini, untuk saling menahan diri dan mengajak untuk membalasnya dengan puisi yang damai.

Hal tersebut disampaikannya. Saat ditemui usai mengisi sarasehan kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah. Bertempat di Gedung Teater Universitas Muhammadiyah Malang, pada Kamis (7/2/2019).

"Sekarang lebih baik dari anak bangsa yang lain. Termasuk lewat media sosial, belajar memproduksi puisi-pusisi yang damai, yang gembira, dan yang memacu kebersamaan." Ujarnya.

Haedar Nashir, juga berpesan. Ditengah semakin menghangatnya atmosfer politik jelang Pemilu bulan April mendatang. Agar para elite politik yang bertarung dalam pemilu, untuk saling menahan diri. Dan lebih baik melontarkan pernyataan produktif, yang menyentuh langsung problematika di masyarakat.

Ia juga menambahkan. Menjelang dua bulan Pilpres. Seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keutuhan dalam kondisi keberagaman di Indonesia. Dan tidak perlu dibawa secara berlebihan dalam tataran politik praktis.

'Insha Allah arus besarnya masih moderat, karena itu, ketika ada benih yang cenderung ekstrem atau ada politisasi agama, atau juga politisasi budaya, politisasi kekuasaan. Kita kontrol bersama,dengan kelompok civil society, ormas, dan juga media massa yang menjunjung tinggi objektivitas itu kita harus menjadi kekuatan kontrol." Tegasnya.

Ia menghimbau, warga Muhammadiyah. Meski bersebrangan dalam pilihan politik, dalam  Pilpres mendatang. Namun tetap menyikapinya dengan lumrah dan wajar.

"Yang kami selalu tegur itu jangan membawa-bawa institusi Muhammadiyah. Bergeraklah sebagai kelompok-kelompok relawan atau juga kelompok-kelompok kepentingan yang sifatnya tidak membawa nama Muhammadiyah." Tutupnya. (aga)

TerPopuler