Gelar Penyuluhan Bank Sampah, DLH Kenalkan Program LISA

Gelar Penyuluhan Bank Sampah, DLH Kenalkan Program LISA

26 Feb 2019, 15.05
Loading...
Malang Satu - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang menyelenggarakan penyuluhan program Bank Sampah kepada masyarakat desa Bumirejo Kec. Dampit, selasa (26/2/2019) didampingi oleh mahasiswa Unira Malang, dengan program baru nya yakni LISA (Lihat Sampah Ambil)

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat Desa Bumirejo terkait dengan bank sampah dan bagaimana cara pengelolaan sampah dengan baik.

Ketua Bumdes Bumirejo, Sudarmaji, menyampaikan dalam sambutanya, bahwa dengan adanya acara ini Bundes sebagai mengelola bank sampah mampu berkembang lebih baik lagi dan berharap seluruh elemen masyarakat mendukung dan ikut andil dalam mengembangkan bank sampah di Bumirejo.

"Kami sampaikan terimakasih kepada teman-teman KKN Unira Malang yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini dengan menghadirkan nara aumber dari DLH, Kami berharap agar teman-teman KKN-T Unira Malang dapat memberikan terobosan dan inovasi dalam mendampingi kami mengola bank sampah di desa ini," lanjutnya

Sedangkan kepala desa Bumirejo, Bapak Sugeng Wicaksono dalam sambutannya berharap bank sampah yang merupakan program kerja Desa Bumirejo mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah, melalui program LISA (Lihat sampah ambil) dari DLH ini, bisa memotifasi masyarakat untuk menjadikan sampah berubah menjadi berkah," tuturnya

Hadir dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Bapak M. Rasul Kadarisman yang menjabat sebagai staf devisi pengurangan sampah di DLH, sebagai pemateri memberikan penjelasan terkait latar belakang terbentuknya bank sampah, bagaimana cara mengelola sampah, dan bagaimana cara mengubah presepsi dan pandangan masyarakat tentang sampah.

Rasul Kadarisman, menyampaikan terkait pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah dan menjelaskan tentang program pengelolaan sampah.

"Bahwa pengelolaan sampah mempunyai beberapa tingkatan, mulai dari individu/keluarga dalam bentuk sedekah sampah, lalu selanjutnya sampah dikoordinir oleh kelompok masyarakat untuk diserahkan ke bank sampah Desa dan disalurkan lagi ke Tempat Pengelahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang ada di Kecamatan,"  jelasnya

Tidak hanya itu, Rasul juga memberikan contoh beberapa bank sampah yang telah sukses berjalan dan telah mengubah lingkungannya sebagai motivasi kepada masyarakat Bumirejo dalam membentuk bank sampah di Desa mereka seperti TPS Mulyoagung yang ada di Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Dari contoh bank sampah yang telah sukses berjalan tersebut, Rasul juga menyampaikan salah satu programnya kepada masyarakat Desa Bumirejo yang hadir pada kegiatan ini yakni program LISA atau Lihat Sampah Ambil. Dalam program ini, DLH ingin mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan mulai dari dirinya sendiri dengan cara memungut setiap sampah yang terlihat disekitarnya.

Program LISA ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi masyarakat untuk membentuk bank sampah di daerahnya.

"Saya berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa unira ini, yang telah mengundang kami dari DLH untuk hadir disini dan bisa menyampaikan program kami termasuk program LISA ini," tutupnya

hadir dalam acara penyuluhan bank sampah ini perwakilan kelompok masyarakat yang terdiri dari ketua RW/RT, perangkat Bumdes, perangkat Unit Bank Sampah, ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang yakni Bapak M. Rasul Kadarisman yang menjabat sebagai staf devisi pengurangan sampah di DLH, serta perangkat Desa Bumirejo, serta mahasiswa kkn-t unira malang sebagai penggagas kegiatan tersebut. (*)

TerPopuler