BNN Lakukan Asesmen 2 Orang Tersangka Narkotika

BNN Lakukan Asesmen 2 Orang Tersangka Narkotika

6 Feb 2019, 16.11
Loading...


Malang Satu – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Malang kembali melaksanakan asesmen Terpadu terhadap 2 orang tersangka kasus Narkotika, Rabu (6/2/2019) di Kantor BNN Jalan Raya Pakisaji,  Kabupaten Malang.

Asesmen bagi pelaku narkotika ini, merupakan wujud dari implementasi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 54 dan 127. Surat Edaran Mahkamah Agung No 04 Tahun 2010 serta Peraturan Bersama 7 lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret 2014 tentang penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi.

Adapun tersangka dengan inisial HR (30), terbukti menyalahgunakan narkotika jenis sabu untuk dirinya sendiri. Namun untuk menegakkan indikasi keterlibatan sejauh mana peran yang bersangkutan dalam peredaran gelap narkoba, perlu dilakukan asesmen secara terpadu agar dapat mengetahui peran tersangka apakah sebagai pecandu, korban penyalahgunaan narkoba, kurir atau bahkan pengedar.

Sementara itu, tersangka MLS (30) yang merupakan rekan tersangka HR dalam keterangannya menyebutkan, bawasa dia hanya diminta bantuan menemani HR untuk bertransaksi jual beli mobil. Namun di suatu kesempatan dirinya diajak untuk mencicipi barang haram berupa shabu-shabu. Sehingga saat aparat kepolisian melakukan penindakan yang bersangkutan juga ikut diamankan.

“Dari tersangka yang diasesmen ini didapati latar belakang yang menyebabkan mereka terlibat dalam narkotika. Namun atas dasar apapun penyalahgunaan narkotika, harus mempertanggung jawabkan secara hukum atas perbuatan yang dilakukan,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut Agus Musrichin, Rabu (6/2/2019).

Oleh sebab itu, lanjut Letkol Agus, seyogyanya kita mampu membentengi diri sendiri dengan berbekal ilmu pengetahuan dan menjaga pergaulan yang positif agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tim asesmen terpadu merupakan perpaduan dari 2 tim yang berasal dari berbagai latar belakang. Pertama Tim Asesmen Hukum, yang terdiri dari Penyidik BNN, Penyidik Polri dan Jaksa. Tim ini bertugas menganalisis keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana atau hukumnya.

Sedangkan tim kedua, terdiri dari beberapa Dokter dan Psikolog BNN yang tergabung dalam Tim Asesmen Medis. Fungsinya, untuk menentukan tingkat adiksi atau kecanduan tersangka serta kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahguna.

Adapun hasil dari kegiatan ini nantinya, sebagai rekomendasi yang dilampirkan dalam berkas perkara sebagai salah satu pertimbangan bagi hakim untuk membuat putusan pengadilan tetap. (yog)

TerPopuler