Atap Gedung Sekolah di Desa Baturejo Nyaris Roboh

Atap Gedung Sekolah di Desa Baturejo Nyaris Roboh

17 Feb 2019, 21.51
Loading...
Malang Satu – Atap teras gedung sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita Persatuan 1 Baturejo, Desa Baturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, membahayakan para siswa.

Hal itu disebabkan atap teras gedung sekolah TK tersebut, selain atapnya bergelombang sepanjang 30 meter, sebagian juga ambrol.

“Dengan rusaknya atap teras gedung sekolah itu, maka para siswa dan guru dalam belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu. Sedangkan rusaknya atap teras sekolah itu belum di perbaiki,” kata Kepala Desa Baturetno, Kusnanto, Minggu (17/2/2019).

Kata dia, sudah sejak beberapa Minggu lalu kondisi bangunan sekolah nyaris ambrol. Sedangkan kerusakan atap teras gedung sekolah TK Dharma Wanita Persatuan 1 itu, akibat kerangka kayu sebagai atap sekolah sudah rapuh.

“Selain kayunya sudah rapuh, itu pun juga disebabkan dengan tingginya itensitas hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Ngantang dalam beberapa hari ini,” papar Kusnanto.

Menurut Kusnanto, kerusakan atap teras sekolah TK tersebut sudah kita rencanakan untuk dilakukan perbaikan, dan saat ini tinggal menunggu  tanggalnya saja. Sementara, bahan-bahan bangunan untuk memperbaiki atap sekolah, serta tenaganya sudah kita persiapkan.

Selain itu, untuk memperbaiki atap sekolah yang rusak, pihaknya juga sudah membuat kesepakatan bersama pengurus sekolah. Karena untuk memperbaiki atau membangun kembali atap teras sekolah itu, nantinya akan menggunakan anggaran dari alokasi dana bagi hasil pajak.

“Untuk memperbaiki atap gedung sekolah TK itu, biayanya tidak terlalu besar, hanya membutuhkan dana sebesar Rp 5 juta-Rp 6 juta. Karena anggaran itu hanya digunakan untuk membeli kayu sebagai kerangka atapnya dan membayar tenaganya saja. Sedangkan untuk gentingnya tidak membeli yang baru, karena genting yang lama masih layak untuk digunakan lagi,” terang Kusnanto.

Atap teras gedung sekolah yang rusak itu, tidak hanya digunakan untuk belajar siswa TK saja, tapi juga digunakan untuk belajar  siswa Sekolah Dasar (SD), atau sebagai sekolah satu atap. Dan agar para siswa belajar dengan tenang, maka pihaknya selaku kepala desa (kades) akan secepatnya untuk melakukan perbaikan atap teras gedung sekolah.

“Itu kami lakukan, agar para siswa dan guru saat menjalani belajar mengajar di sekolah tidak terganggu, dan agar tidak khawatir akan terjadinya atap roboh. Karena memang atap gedung sekolah itu kerangkanya memang sudah tua, dan harus diganti dengan kerangka kayu yang baru,” pungkas Kusnanto. (yog)

TerPopuler