Ada Wayang Wolak-Walik di Cafe Fifety Five Kepanjen

Ada Wayang Wolak-Walik di Cafe Fifety Five Kepanjen

3 Feb 2019, 11.26
Loading...

Malang Satu – Wayang Wolak-Walik namanya. Lek Jum, pencipta wayang wolak walik, banyak menampilkan pertunjukan wayang unik kreasinya di banyak tempat. 

Dengan penuh kesederhanaan, wayang wolak-walik buatan Lek Jum, biasanya mengangkat tema kritik sosial atas kejadian yang terjadi ditengah-tengah dimasyarakat mulai politik, sosial dan budaya.

Uniknya, pentas Wayang Wolak-Walik ini di geber Lek Jum dihalaman warung kopi : Cafe Fifetyfive, Jalan Bromo, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Pertunjukkan yang unik tersebut, juga untuk meramaikan Harlah NU ke 93.

“Sengaja kami pilih pertunjukan wayang wolak-walik agar masyarakat tahu, banyak budaya kita yang ternyata menyimpan pesan luhur sebagai bangsa. Salah satunya melalui cerita dalam wayang,” terang Rurrid Rudianto, Owner Cafe Fifetyfive, Minggu (3/2/2019) dini hari usai acara. 

Kata Rurrid, pihaknya sengaja memilih pentas wayang wolak-walik juga untuk meramaikan Harlah NU ke 93. “Kami adakan dalam rangka Harlah NU ke 93 tahun 73. Hadir juga tokoh wayang Suket yang juga menampilkan keterampilannya memainkan wayang Suket,” urainya.

Dalang Wayang Wolak-Walij, Lek Jum, membeberkan, dirinya berharap pegiat budaya lokal, sering bertemu untuk silaturahmi mengembangkan budaya peninggalan para leluhur.

“Kami sering berkumpul biarpun tidak banyak. Agar kesenian ini tidak mati,” ujar Lek Jum.

Sudah sejak tahun 1996 Lek Jum menggeluti duni pewayangan, khususnya Wayang Wolak-Walik. Lek Jum sendiri Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Lek Jum menyelesaikan studinya di ISI Jogya pada 1998.

“Silahkan cafe ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya budayawan lokal yang masih peduli pada tradisi dan kesenian peninggalan leluhur,” tambah Rurrid. 

Masih kata Rurrid, pihaknya siap memberikan tempat bagi para pegiat seni dan budaya lokal. 


“Karena saya juga sangat senang dengan seni tradisional, salah satunya adalah tari topeng dimana saya juga memiliki kelompok kesenian tari topeng. Pokoknya cafe saya ini siap ditempati, kapan saja, kami fasilitasi,” Rurrid mengakhiri. (yog)


TerPopuler