Underpass Karanglo Pakai Saluran Air Mekanical dan Gravitasi

Underpass Karanglo Pakai Saluran Air Mekanical dan Gravitasi

24 Jan 2019, 15.03
Loading...

Malang Satu - Guna menampung luberan air hujan nantinya, pembangun underpass di pertigaan Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, memakai saluran drainase dengan sistem mekanical dan gravitasi. Sistem itu, dianggap tepat apabila genangan air memenuhi kawasan underpass.

Project Manajer PT PP (Persero) Tbk selaku kontraktor pengerjaan pembangunan Underpass Karanglo, Singosari, Ramli Latief, Kamis (24/1/2019) siang mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di jalur underpass, pihaknya akan menggunakan saluran drainase dengan sistem mekanical dan sistem gravitasi.

"Sistem mekanical ini, kami menyiapkan pompa penyedot air, sedangkan sistem gravitasi dengan memasang pipa sepanjang 250 meter dengan diameter 60, yang kita alirkan ke Sungai Bodo Mondoroko, letaknya tidak jauh dari pembangunan underpass yang kita bangun ini," jelasnya.

Dua sistem tersebut, lanjut Ramli, diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya banjir di jalur underpass saat hujan deras.

"Semoga hal tersebut tidak terjadi, dan dapat rampung tepat waktu. Sehingga dapat digunakan para pengguna jalan," ungkapnya.

Ramli menambahkan, pembangunan underpass yang memiliki panjang 350 meter, dan untuk lebar jalan empat lajur ini ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei mendatang.

"Sesuai rencana pembangunan Underpass ini selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri di tahun ini. Agar pengguna jalan bisa mengakses jalur underpass Karanglo ini untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di simpang Karanglo," tegasnya.

Ramli menegaskan, untuk mengejar target waktu penyelesaian pembangunan underpass di Karanglo, maka pihaknya bekerja selama 24 jam. Meski pekerjaan dilakukan tanpa henti, namun tidak mengganggu pengendara bermotor.

"Mohon dukungan masyarakat supaya memahami kinerja kami, supaya pembangunan Underpass ini dapat cepat selesai. Sebab, jalur itu akan menjadi pengurai kemacetan dan penghubung jalan tol Malang-Pandaan (Mapan)," pungkas Ramli. (yog)

TerPopuler