Tanam Enam Batang Ganja, Warga Wagir Dibekuk

Tanam Enam Batang Ganja, Warga Wagir Dibekuk

22 Jan 2019, 15.14
Loading...

Malang Satu – Nekat menanam pohon tanaman ganja, yang masuk dalam golongan tanaman dilarang Undang-Undang Narkotika. Seorang Pria bernama Edi Susanto, (35), harus mendekam dalam terali besi Mapolres Malang. Warga Dusun Tulusayu, Desa Sidorahayu, Wagir ini, dibekuk Satreskoba Polres Malang, karena terbukti menanam sebanyak enam batang pohon ganja, dipekarangan belakang rumahnya.

"Pohon ganja yang ditanam sudah cukup usia. Bahkan sudah beberapa kali panen," jelas KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi, didampingi Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Penangkapan Edi, menurutnya berawal dari informasi masyarakat. Polisi lantas menindaklanjuti dengan menyelidiki. Begitu informasi benar, polisi langsung menggerebek dan menangkapnya.
Pelaku yang ditangkap Satreskoba Polres Malang ini, mengaku menanam ganja, tidak untuk diedarkan. Namun hanya untuk dikonsumsi sendiri.

"Selama ini sudah empat kali panen. Semuanya saya pakai sendiri tidak untuk dijual," ujar Edi Susanto.

Dia menanam ganja itu, karena iseng dan coba-coba. Sekitar sembilan bulan lalu, ketika membeli poketan ganja kering ada biji ganjanya. Kemudian oleh tersangka Edi ditanam di pekarangan belakang rumahnya.

Usai biji ganja tersebut tumbuh menjadi tanaman. Oleh tersangka kemudian dirawat dan daun ganja yang tumbuh dipanen untuk konsumsi sendiri.

"Saya mengkonsumsi ganja untuk relaksasi saat kerja saja. Ketika memakai ganja ada semangat untuk kerja," katanya yang mengaku bekerja di proyek bangunan.

Pelakupun, terancam dijerat dengan pasal 111 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara. (aga)

TerPopuler