Sipelot, Pantai Persinggahan nan Menakjubkan

Sipelot, Pantai Persinggahan nan Menakjubkan

19 Jan 2019, 20.26
Loading...

Malang Satu - Sipelot namanya. Inilah satu dari ratusan Pantai berpanorama alam menakjubkan di Kabupaten Malang.

Secara administratif, Sipelot masuk kawasan Desa Pujuharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Pantai Sipelot, berada di pesisir Malang bagian selatan. Terletak di tepi Samudera Indonesia, siapa sangka Sipelot kini, kerap jadi incara wisatawan mancanegara.

“Yang terbaru kami juga menjadi guide tour langsung turis dari Jerman, Denmark dan Jepang. Mereka sangat menikmati dan terkesan dengan keindahan pantai Sipelot,” terang Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, Sabtu (19/1/2019) pada malangsatu.net.

Untuk menuju Pantai Sipelot, wisatawan bisa menempuh jalur darat dari Kota Malang menuju Kecamatan Dampit. Sesampainya disini, bisa langsung menuju Kecamatan Tirtoyudo.
Meemasuki Kecamatan Tirtoyudo, terdapat petunjuk arah untuk berbelok ke kanan menuju Pantai Sipelot dan lurus ke arah tenggara sampai Desa Pujiharjo. Jalan menuju Pantai Sipelot sudah mulus beraspal. Namun, anda harus tetap berhati-hati karena jalannya sempit dan berkelok-kelok sampai ke area pantai.

Panorama menawan bila kita mengunjungi Pantai Sipelot, dari atas bukit akan terlihat  pasir putih dan laut yang memantulkan sinar matahari, sehingga tampak mengkilap.


Sesampainya di Pantai Sipelot, pengunjung akan disuguhi indahnya pasir putih yang terhempas oleh deburan ombak laut tiada henti. Pantai yang memiliki kedalaman 10 meter dengan warna laut kebiru-biruan ini, menimbulkan rasa nyaman untuk di pandangi.


Banyaknya pepohonan di tepi pantai, membawa kesan teduh yang sulit terlupakan.

Terdapat tiga area di kawasan Sipelot. Area tengah, biasanya digunakan para nelayan menyandarkan perahunya. Pengunjung disarankan memilih lokasi di kiri atau kanan pantai. Selain tenang, terdapat air payau disekitarnya.
Pantai Sipelot menyediakan  fasilitas yang cukup lengkap bagi wisatawan. Termasuk, homestay dan menu bakar-bakar ikan hingga hiburan musik, sudah dipersiapkan pihak Desa setempat.

“Untuk homestay tarifnya per orang Rp 200 ribu. Jika diatas 20 orang, biasanya kita minta jatah tambahan sebesar Rp 300 ribu untuk menampilkan hiburan musiknya. Homestay ini kita manfaatkan rumah-rumah warga disekitar pantai. Plus 3 kali makan dalam sehari. Kita punya 52 homestay yang siap menyambut wisatawan dengan ramah,” terang Hendik Arso.

Fasilitas lain saat menginap, pengunjung bisa berkeliling kampung menggunakan odong-odong pada sore hari. Lalu di pagi harinya, lanjut Hendik, wisatawan akan dibawa menuju areal sawah dan perkebunan. “Istilahnya sambah sawah dan kebun. Baru kemudian wisatawan kita boyong ke Samudera menggunakan perahu nelayan. Kita kelilingi spot pantai mana saja yang ada di Sipelot,” kata Hendik.
Untuk perahu, pengunjung harus menambah ongkos sewa sebesar Rp 25 ribu per orang. “Selain 52 homestay, kita juga sediakan rumah tamu wisata milik desa dengan banyak kamar, dapur serta ruang tamu ber AC,” urai Hendik.

Hendik menambahkan, Pantai Sipelot, pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan dari Desa Tambaksari tahun 1925. “Pantai Sipelot pertams kali ditemukan oleh Mbah Puji dan Mbah Tarimin. Keduanya adalah nelayan. Baru kemudian tahun 1932, kawasan pantai sipelot menjadi sebuah Desa. Yakni Desa Pujiharjo. Dalam bahasa Belanda, Sipelot berarti persinggahan. Atau satu tempat untuk singgah,” tutur Hendik.

Yang menarik, Pantai Sipelot  juga berdekatan dengan kawasan wisata lainya yaitu air Terjun Wedi Putih dengan ketinggian mencapai 30 meter. Curah air terjun ini, langsung turun ke pasir dan mengalir ke tengah Samudera Indonesia. (yog)

TerPopuler