Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen

Serunya Debat Capres Mahasiswa UNIRA Kepanjen

14 Jan 2019, 13.51
Loading...
Malang Satu - Debat Calon Presiden Mahasiswa (BEM) dan Senat mahasiswa (SEMA) Periode 2019/2020 di Universitas Raden Rahmat, Kepanjen, Kabupaten Malang, berlangsung seru dan menarik, Senin (14/1/2019) siang.

Debat calon Presiden dan Senat Mahasiswa ini, dihelat oleh Komisi Penyelenggara Pemilu Mahasiswa (KPPM) dengan tujuan, menjadikan sarana kampanye. Sekaligus, mengedukasi mahasiswa tentang masalah yang sedang terjadi saat ini di Kampus UNIRA.

Ada 3 calon atau Pasangan Calon (Paslon) dari BEM. Paslon pertama Irvan Cahyono dan Sahrul Evendi. Nomer dua Ainun Nafi'a Rahman dan Wahyu Sugeng. Serta pasangan nomer tiga Ahmad Ibnu Atho'illah.

Sementara 2 paslon dari Senat Mahasiswa yakni pasangan nomer satu Maulida Ilham Azizah dan Bahri Rozi. Sedang paslon nomer dua Azwar Muhamad Amin dan Fiki nur Hidayah.

Layaknya kontestasi pemilu sebenarnya, pasangan calon yang turun dalam debat terbuka ini, juga dihadiri oleh tim sukses calon dan  mahasiswa dari berbagai jurusan.

“Ini sebagai edukasi kita selama menimba ilmu di kampus. Ada 200 mahasiswa yang menghadiri acara debat tersebut. Sementara tema debat yang kami angkat yakni Tri Darma Perguruan Tinggi dan Mewujudkan Tujuan Universitas,” ungkap Ketua KPPM UNIRA, Rudi Dwi Cahyono, Senin (14/1/2019) siang.

Kata Rudi, debat terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama pemaparan visi dan misi dengan durasi waktu 10 menit. sesi kedua yakni debat antara panelis dengan semua paslon.

“Dalam sesi ini, para paslon diberi pertanyaan dari masing-masing panelis sesuai dengan tema,” beber Rudi.

Rudi melanjutkan, sesi ketiga debat antar paslon yakni dengan mengajukan pertanyaan kepada paslon lain dengan ketentuan harus sesuai dengan tema. Sesi terakhir yakni debat antara calon dengan mahasiswa. Dalam setiap pertanyaan yang diberikan mahasiswa, masing masing paslon diberi waktu dua menit untuk mengungkapkan jawabannya.

“Kami berharap kegiatan debat ini dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi semua mahasiswa dan membantu mahasiswa Unira untuk mengenal lebih jauh wawasan yang dimiliki para paslon Presiden mahasiswa dan senat mahasiswa,” terang Rudi.

Ia menambahkan, secara tidak langsung kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan para paslon. “Semoga mahasiswa dapat memanfaatkan ini untuk mengetahui figur yang tepat menjadi Presiden mahasiswa dan senat mahasiswa pada pemilihan yang akan diselenggarakan Kamis 17 Januari 2019 untuk kemajuan kampus Unira kedepanya,” pungkas Rudi yang juga Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan ini. (yog)

TerPopuler