Puluhan Siswa SMPN 1 Dampit Keracunan

Puluhan Siswa SMPN 1 Dampit Keracunan

15 Jan 2019, 22.43
Loading...

Malang Satu - Puluhan siswa SMPN 1 Dampit, Kabupaten Malang, mengalami keracunan massal. Terdapat 32 siswa yang harus dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (10/1/2019 malam lalu.

Para pelajar ini mengalami mual dan muntah-muntah, usai jajan dan makan soto di kantin sekolah. Peristiwa yang termasuk kejadian luar biasa (KLB) ini, tidak dilaporkan oleh pihak sekolah ke polisi.

Polsek Dampit baru mendapat informasi adanya keracunan massal siswa SMP ini, Senin (14/1/2019) kemarin dari warga sekitar. 

"Kejadiannya Kamis, namun kami baru dapat laporan Senin. Sehingga kami tidak bisa mendeteksi apa penyebab keracunan," terang Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wulandari, Selasa (15/1/2019).

Data yang diterima aparat kepolisian, 32 siswa yang keracunan tersebut, adalah siswa kelas 7, 8 dan 9. Mereka keracunan usai jajan mie kering dan soto dicampur sambal di kantin sekolah. Puluhan siswa ini, jajan dan makan pada jam istirahat siang.

Semula saat di sekolah sama sekali tidak merasakan apapun. Baru ketika di rumah, mereka merasakan mual, pusing dan muntah-muntah. Kemudian malam harinya oleh orangtuanya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Pihak sekolah mengetahui siswanya keracunan, karena pada hari Jumat banyak siswa yang tidak masuk karena sakit. Setelah ditelusuri ternyata mengalami keracunan. Namun sama sekali tidak melaporkan ke polisi.

"Beberapa rumah sakit sudah kami data. Sebagian besar siswa yang keracunan sudah pulang. Bahkan informasinya hari ini semuanya sudah diperbolehkan pulang," jelas mantan Kapolsek Pakisaji ini.

Terpisah, Tatik Rulikana, Kepala SMP Negeri 1 Dampit, dikonfirmasi membenarkannya. Dikatakan dia, bahwa kasus keracunan sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, bersama Puskesmas Dampit. Para korban keracunan sudah dimintai keterangan perihal makanan yang dimakan.

"Tetapi dari 32 siswa tersebut, tidak semuanya mual dan muntah karena keracunan. Ada beberapa yang mual karena sakit lambung dan masuk angin," ujar Tatik.

Dari puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan, lanjutnya sebagian besar sudah pulang. Pagi tadi tinggal enam siswa yang dirawat. "Itupun kondisinya sudah membaik dan katanya juga sudah boleh pulang," tuturnya.

Disinggung soal makanan apa yang dimakan siswa hingga mengalami keracunan, Tatik, tidak menjawab. Apakah karena makan soto, tidak dibenarkan. Dia menyampaikan kalau penyebabnya belum bisa dideteksi.

"Tidak tahu kalau penyebabnya. Karena belum terdeteksi, termasuk dari Puskesmas juga tidak bisa mendeteksi," pungkasnya.

Dari 32 siswa yang keracunan tersebut, dirawat dibeberapa tempat kesehatan di Kecamatan Turen dan Dampit. Yakni di RS Global, RS Ibnu Sina, RS Bokor, Puskesmas Dampit, Puskesmas Pamotan, serta RS Permata Hati. Keluhan yang dirasakan sama, mual, pusing dan muntah-muntah. (yog)

TerPopuler