Polsek Wagir Bongkar Peredaran Narkoba Dalam Kemasan Vitamin

Polsek Wagir Bongkar Peredaran Narkoba Dalam Kemasan Vitamin

29 Jan 2019, 13.46
Loading...

Malang Satu – Berbagai upaya dilakukan Pengedar Narkoba, dalam mengelabuhi petugas kepolisian, untuk tak terbongkar saat mendistibusikan barang haram ini. Seperti  pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan Polsek Wagir. Ribuan narkoba jenis Pil Koplo berhasil diamankan.

Para pelaku mengemas ribuan pil ini dalam kemasan berlabel vitamin, guna mengelabuhi endusan petugas kepolisian.
Barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian, sebanyak 58 ribu narkoba jenis Pil Koplo , yang dikemas dalam kemasan vitamin B1 , beserta sabu-sabu seberat 12,73 gram, tiga poket ganja seberat 96,77 gram. yang diamankan dari tangan tersangka, Moch Zeri,(32), warga Jalan Gadang IX, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, saat ditangkap di rumah kontrakan Dusun Buwek, Desa Sitirejo, Wagir. Ketika diringkus, tersangka sedang mengemas narkotika untuk dikirim kepada pembeli.

"Kami masih mengembangkan kasusnya. Karena tersangka merupakan jaringan narkotika yang cukup besar, dengan jumlah barang bukti yang cukup banyak," jelas Kapolsek Wagir, AKP Mey Suryaningsih.

Jaringan pengedar narkotika yang diungkap Polsek Wagir ini, diindikasi merupakan jaringan antar sejumlah lembaga pemasyarakat di Jawa Timur. Dugaan ini terlihat dari kemasan puluhan bungkus plastik berisi pil koplo jenis dobel L yang diamankan sebagai barang bukti.
Dimana dalam 60 bungkus plastik berisi pil koplo itu, diberi label bertuliskan Vitamin B1. Label tersebut kemungkinan untuk mengaburkan dan mengelabuhi polisi, supaya tidak terdeteksi bahwa tablet tersebut adalah pil haram, yang akan diedarkan kesejumlah kalangan, termasuk anak-anak.

"Satu bungkus plastik tersebut, berisi seribu butir. Label Vitamin B1 ini kemungkinan untuk mengelabuhi bahwa ribuan butir itu adalah pil koplo," jelas Kapolsek Wagir.

Label dalam kemasan plastik itu, tulisannya adalah Vitamin B1 50 gram, berisi 1000 tablet, komposisi tiap tablet mengandung thiamine HCL 50 mg, dan diproduksi Bina Prima Farma (BPF) Palembang - Indonesia.

"Pil koplo jenis dobel L tersebut, diedarkan pada anak-anak remaja dan sekolah. Kami masih akan terus mengembangkan kasusnya, untuk memburu pelaku lainnya," tegasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka yang juga merupakan residivis pada kasus narkoba ini, bakal kembali meringkuk di balik jeruji besi. Karena terbukti melakukan pelanggaran KUHP yang diatur dalam Pasal 111 ayat (1)&(2) , Pasal 112 ayat (1) subside Pasal 127 ayat 1 huruf a UURI no 35 tahun tentang Narkotika. (aga)

TerPopuler