Polsek Turen Bekuk Dua Orang Penadah Motor Curian

Polsek Turen Bekuk Dua Orang Penadah Motor Curian

12 Jan 2019, 14.41
Loading...
Malang Satu - Unit Reskrim Polsek Turen menangkap dua orang penadah sepeda motor hasil curian. Keduanya diringkus di rumahnya masing-masing. Barang buktinya, petugas mengamankan satu unit motor Suzuki Satria FU nopol B-6718-SLV.

Keduanya adalah Hendri Purwanto (32), warga Dusun Bantur Timur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Dan Lukman (31), warga Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur.

"Tersangka Hendri Purwanto yang kami tangkap lebih dulu, baru kemudian berkembang menjadi tersangka Lukman," terang Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo, Sabtu (12/1/2019).

Menurutnya, Hendri dan Lukman menjadi penadah sepeda motor Suzuki Satria FU nopol B-6718-SLV. Motor itu diketahui milik Leny Avida (42), warga Jalan Anggrek Putih, Desa Sawahan, Kecamatan Turen.

Motor hilang dicuri pada 29 November 2018 lalu. Pelaku mencuri motor dengan merusak gembok pagar. Selanjutnya masuk lewat pintu depan, dan mengambil motor yang diparkir di halaman belakang. Saat kejadian rumah dalam kondisi kosong.

Penangkapan mereka berawal dari media sosial Facebook (FB). Polisi mencurigai ada motor bodong tanpa dilengkapi surat, ditawarkan online oleh tersangka Hendri Purwanto (32). Petugas yang curiga lantas mencoba memancing dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Kecurigaan polisi, karena motor yang ditawarkan ciri-cirinya sama dengan motor milik Leny Avida, yang hilang dicuri. Setelah transaksi disepakati, akhirnya petugas janjian dengan tersangka. Saat Hendri datang membawa motor, polisi langsung menangkapnya.

"Tersangka menawarkan motor tersebut seharga Rp 2,5 juta lewat online. Setelah kami amankan, ternyata benar memang motor milik korban yang hilang dicuri," terang mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.

Dalam pemeriksaan, Hendri mengaku kalau motor dibeli dari Lukman seharga Rp 1,7 juta. "Saya membeli motor pada Lukman seharga Rp 1,7 juta. Katanya surat-suratnya sedang ketlisut," ujarnya, sembari menangis lantaran ingat dengan anaknya.

Begitu mengetahui motor bodong dan nomor mesin telah dihilangkan, Hendri mengaku ketakutan. Kemudian ia mencoba menjual motor lewat online di media sosial Facebook. Namun upayanya malah justru membuatnya meringkuk dalam tahanan.

"Saya menyesal, baru sekali ini berurusan dengan polisi. Kasihan istri dan anak-anak," tuturnya. (yog)

TerPopuler