Polres Malang Ungkap Transaksi Jual Beli Hewan Dilindungi

Polres Malang Ungkap Transaksi Jual Beli Hewan Dilindungi

17 Jan 2019, 18.40
Loading...

Malang Satu - Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, berhasil mengungkap kasus transaksi jual beli hewan yang dilindungi Negara. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan belasan hewan jenis landak jawa. Yang kini dilindungi dalam peraturan menteri no 92, yang baru saja berlaku sejak tahun lalu.

Kurangnya Sosialisasi terhadap peraturan ini, yang disinyalir mengakibatkan masih banyaknya perburuan liar terhadap spesies landak jawa tersebut.
Sejumlah hewan jenis landak jawa, berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian Resort Malang. Dari tangan pelaku berinisial R, warga Desa Sumbernanas, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Yang akhirnya diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Malang, guna diobservasi. Dan nantinya dilepas liarkan kembali kehabitatnya.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku memburu landak jawa yang dilindungi ini. Lantaran hewan tersebut kerap merusak tanaman para petani didesa tersebut. pelakupun mengaku tak mengetahui bahwa hewan landak jawa ini, termasuk hewan dilindungi oleh Negara.

Menurut Ipda Afrizal Akbar Haris, Kanit 3 Tipidsus Satreskrim Polres Malang, menjelaskan. Pelaku telah setahun ini menjalankan bisnisnya. Dan menjual hasil tangkapannya ini dengan harga 500 ribu per ekornya. Yang biasanya diminati pembelinya untuk dikonsumsi.

“Pelaku mengaku tidak mengetahui adanya peraturan bahwa hewan tersebut.dilindungi. dan biasa memburunya disekitaran desanya, dikarenakan dianggap menjadi hama perkebunan milik warga.” Ujarnya.

Sementara itu, menurut Imam Pujiono, staf BKSDA Malang, menuturkan. Hingga kini, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait peraturan menteri no 92 tahun 2018, yang mengatur hewan landak jawa. Menjadi spesies yang dilindungi.

“Kami terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat disekitaran hutan Kabupaten Malang. Agar Masyarakat juga mengerti jenis-jenis hewan apa saja yang dilindungi oleh Negara. Karena dampak hukumnya minimal 5 tahun dan denda sebesar 100 juta rupiah.” Ungkapnya.

Kini ke 13 landak jawa yang dilindungi ini, akan dikonservasi di BKSDA malang untuk dilakukan observasi, guna mengembalikan kondisi hewan ini. Sebelum nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.(aga)

TerPopuler