Pokmaswas Bowele, Ajak Nelayan Peduli Lingkungan dan Wisata

Pokmaswas Bowele, Ajak Nelayan Peduli Lingkungan dan Wisata

27 Jan 2019, 14.02
Loading...

Malang Satu - Keprihatinan akan perilaku oknum nelayan setempat, yang kerap gunakan bom ikan, racun dan cara berbahaya lainya. Membuat sekelompok warga Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo terpanggil untuk lakukan perubahan.

Semangat kepedulian tersebut terwadahi dalam Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Bowele yang berdiri pada tahun 2009 silam.

"Nelayan waktu itu pakai potas, racun dan bom ikan saat mencari ikan. Kalau gitu terus, alam bisa rusak. Dari situ kami tergugah," beber Kasembadan, Minggu (27/1/2019), salah satu sesepuh Pokmaswas Bowele.

Kasembadan bersama rekan-rekan Pokmaswas Bowele terus melakukan sosialiasi terhadap para nelayan. Tak mudah memang, tapi ia dan rekan-rekan tak menyerah. Hingga akhirnya nelayan mulai sadar dan membawa Pokmaswas Bowele mendapatkan perhargaan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

"Kami terus lakukan sosialisasi. Langkah itu berhasil dan kami menenangkan juara 1 Lomba Pengawasan Pantai tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2010," beber pria yang akrab disapa Pakde Badan itu.

Badan menambahkan, kini anggota Pokmaswas Bowele berjumlah 40 orang. Amanat menjaga alam menjadi prioritas kelompoknya. Kini Pokmaswas Bowele bisa memperluas area konservasi Lobster di sekitar Pulau Gadung. Apalagi, pihaknya terus menggiatkan sosialisasi kepada nelayan secara rutin.

"Konservasi itu awalnya 5 hektar jadi 11 hektar. Dari Pulau Gadung sampe ke arah timur," jelas pria berusia 60 tahun.

Sementara, sebagai putra daerah desa setempat, Agung Triyono merasa terpanggil untuk menjaga kelestarian alam tempat tinggalnya. Baginya, kelestarian alam menyangkut hajat hidup generasi yang akan datang. Semangat menjaga alam tersebut didapat Agung dari mendiang ayahnya, Hari Budiyono yang berprofesi sebagai nelayan.

"Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan alam. Jadikan diri kita mengabdi untuk alam dan masyarakat," ujar Agung.

Selain menjaga kelestarian alam, Pokmaswas Bowele ingin memaksimalkan potensi desa melalui pariwisata. Kawasan Pantai Lenggoksono jadi andalan tawarkan beragam destinasi menarik. Sepeti, Pantai Banyu Anjlok, Teluk Kletakan, Pantai Bolu-Bolu dan yang terbaru, Rumah Apung.

"Kunjungan paling banyak ya pas tanggal merah dan saat akhir pekan hari Sabtu dan Minggu," jelas pria kelahiran Lenggoksono 30 tahun silam.

Tak hanya menikmati alam, Agung menjelaskan pengunjung dapat merasakan hidup langsung bersama warga lokal Dusun Lenggoksono. Berbagai aktifitas menarik khas pedesaan bisa dilakukan wisatawan. Seperti memetik kopi langsung di kebun, mencari ikan di sungai dan menikmati sajian sanggar budaya desa setempat.

Para warga setempat juga menawarkan akomodasi penginapan dengan harga yang menarik. Tak perlu khawatir kelaparan karena  di rumah warga juga menyediakan makanan khas warga setempat.

"Konsep living in. Nginap di rumah warga tarifnya Rp 300 ribu per hari," imbuh Agung.

Agung bersama rekan Pokmaswas Bowele berharap wisata di Lenggoksono terus bergeliat positif. Kunjungan wisata juga bisa semakin meningkat. Maka dari itu perbaikan infrastruktur seperti jalan dirasa tepat.

"Kami ingin Pemkab Malang juga membantu kami, sama-sama bangun untuk kemajuan  pariwisata di sini," tandas Agung. (yog)

TerPopuler