Perhutani Targetkan 35 Milyar dari Getah Pinus dan Zona Wisata

Perhutani Targetkan 35 Milyar dari Getah Pinus dan Zona Wisata

16 Jan 2019, 20.18
Loading...

Malang Satu - Perhutani KPH Malang optimis target pendapatan sebesar Rp. 35 milyar tahun ini, bisa terpenuhi. Begitu disampaikan Administratur Perum Perhutani KPH Malang yang baru saja dilantik, Heru Dwi Kunarwanto, Rabu (16/1/2019).

Usai serah terima jabatan dari ADM Perhutani Malang sebelumnya, Heru Dwi mengaku potensi pendapatan dari getah pinus dan areal wisata, diharapkan memenuhi target.

"Perum Perhutani KPH Malang ternyata memiliki ratusan titik kawasan wisata. Persisnya ada berapa titik kami belum tahu mana yang masuk katagori kecil maupu besar. Tetapi untuk wisata yang terbaik, pastinya akan kita genjot,” ungkap Heru.

Kata dia, saat ini pemerintah tengah gencar mencanangkan program pariwisata, karena hal itu sebagai penyumbang devisa negara cukup besar.

 
Disinggung soal penundaan penetapan batas Izin Pemanfaatan Perhutanan Hutan Sosial (IPHPS) di KPH Malang, Heru melanjutkan, untuk IPHPS sudah tertuang dalam SK Menteri. Termasuk pengukuran batas dan program-programnya nanti, harus ada aturan main dan semua itu harus dilalui.

"Untuk IPHPS, terkait pengukuran dan berbagai hal di dalamnya sudah tertuang dalam aturan yang ada. Sudah ditetapkan dalam SK Menteri. Kami akan berupaya semaksimal mungkin dengan aturan yang sudah ada itu,” papar Heru.

Hal senada juga disampaikan Erik Alberto yang sebelumnya menjabat sebagai ADM Perum Perhutani Malang sejak bulan Januari tahun 2018. Menurut Erik,  dirinya optimis Perhutani dibawah kendali ADM yang baru dapat meraih target pendapatan sebesar Rp 35 milyar.

"Selama bertugas di KPH Malang, saya mengenal potensi yang ada di KPH Malang. Entah itu dari wisata yang kita (Perhutani) kelola sebanyak lebih dari 100 titik, maupun dari kayu, juga getah pinus, saya yakin target tersebut dapat terpenuhi di tahun ini," Erik mengakhiri. (yog)

TerPopuler