Pencairan Insentif Linmas Dipotong 5 Persen

Pencairan Insentif Linmas Dipotong 5 Persen

24 Jan 2019, 17.44
Loading...

Malang Satu – Ribuan Pelindung Masyarakat (Linmas) Kota Malang, nampak berbaris rapi di halaman depan kantor Satpol PP Kota Malang. Nampaknya hari ini bisa dibilang menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para anggota Linmas ini. Pasalnya, mereka mendapatkan uang insentif setelah empat bulan menjadi abdi masyarakat. 

Bagi sebagian besar orang, uang sebesar Rp 75 ribu mungkin tidak berarti apa-apa. Namun, siapa sangka bila uang tersebut sangat berarti bagi para anggota Linmas di Kota Malang ini. Ya, uang Rp 75 ribu tersebut merupakan insentif yang mereka terima atas pengabdiannya kepada masyarakat setiap bulannya.

Anggota Linmas yang didominasi laki-laki itu mengantre untuk mendapat insentif. Mulai dari anggota yang masih muda hingga yang sudah tua, mereka menunggu giliran mendapat insentif dibawah terik sinar matahari.

Mereka bakal mendapatkan uang insentif selama empat bulan. Ya, sebagai informasi, insentif tersebut diberikan setiap empat bulan sekali. Sehingga, uang yang didapat bisa lebih banyak, yakni dari hasil akumulasi selama 4 bulan.

Ironisnya, setelah menunggu selama 4 bulan, mereka tidak mendapatkan insentif yang sesuai dengan perhitungan. Pasalnya, insentif tersebut harus dipotong pajak sebesar 5 persen. Yang seharusnya mereka bisa mendapatkan insentif sebesar Rp 300 ribu selama 4 bulan, tapi mereka hanya bisa membawa pulang Rp 285 ribu. Karena pajak 5 persen, praktis setiap Linmas hanya mendapat insentif sebesar Rp 71.250 setiap bulannya.

Kepala Seksi Bina Potensi Masyarakat Bidang Linmas Kota Malang Pio Purwanto Kusumo mengatakan, pemberian insentif ini sudah dilakukan selama empat tahun belakangan. Bahkan, nominalnya pun semakin bertambah setiap tahunnya. 

"Awalnya nilai (insentif) nya Rp 60 ribu dipotong pajak. Kemudian tahun 2017 naik menjadi Rp 75 ribu dipotong pajak. Tahun 2019 nanti nilainya Rp 100 ribu dipotong pajak," ujarnya, Kamis (24/1).

Pio menerangkan, pembagian insentif tersebut sudah tertuang dalam Permendagri 84 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Linmas. Sementara untuk pajaknya merupakan potongan pajak penghasilan sebagaimana umumnya.

"Insentif ini sebagai penyemangat. Bahwa sebenarnya pemerintah ada perhatian," kata dia. 
Dia merinci, di Kota Malang sendiri terdapat 3.100 anggota Linmas yang tersebar di 57 kelurahan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2016 lalu yang sebanyak 2.166 orang.

Menurutnya, peningkatan tersebut dikarenakan momen Pilkada, dimana jumlah Linmasnya bertambah. 

"Ada penambahan seusai pilkada. Yang bertugas di TPS (tempat pemungutan suara), dimasukkan menjadi anggota Linmas," jelasnya. 

Salah satu anggota Linmas Wasikan, 61, mengaku sudah menjadi anggota Linmas sejak tahun 1986 silam. Saat itu, usianya masih menginjak umur 28 tahun an. Warga Balearjosari itu mengatakan, baru dua tahun belakangan ini mendapat insentif. 

"Per bulannya Rp 75 ribu," kata dia. 

Pria yang sehari-harinya juga bekerja sebagai tukang kayu itu mengaku memilih menjadi Linmas karena ingin mengabdi kepada masyarakat. (aga)

TerPopuler