Landak Jawa Dilindungi, Jangan Berburu Sembarangan

Landak Jawa Dilindungi, Jangan Berburu Sembarangan

17 Jan 2019, 19.55
Loading...

Malang Satu - Jangan lagi berburu sembarangan jika tak ingin berurusan dengan penegak hukum. Berdalih tak tahu jika hewan landak masuk binatang dilindungi, membuat pria asal Desa Sumbernanas, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, berinisial R, harus diamankan Tim Unit III Satreskrim Polres Malang, Kamis (17/1/2019).

R nekat menjual 13 ekor landak jawa usai memburunya disekitar hutan. Perburuan dilakukan karena R beralasan hewan berduri tajam itu, banyak merusak tanaman milik para petani di desanya. “Saya tidak tahu kalau ini dilindungi. Kami buru karena sering merusak tanaman,” kata R pada penyidik Reserse Kriminal.

Sebagai informasi, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) nomer 92 tahun 2018 yang mengatur hewan dilindungi seperti landak, merupakan perubahan atas PerMen LHK nomer 20 tahun 2018.

Namun, semenjak PerMen no.92/2018 dikeluarkan, telah terjadi berbagai kontroversi di masyarakat.  Pasalnya, dalam PerMen itu, juga terdapat 5 spesies burung yang dikeluarkan dari statusnya sebagai satwa yang dilindungi menjadi tidak lagi dilindungi.

Kelima spesies tersebut seperti Murai batu (Kittacinla malabarica), Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus), Jalak suren(Gracupica jalla), Anis-bentet kecil (Colluricincla megarhyncha), dan Anis-bentet sangihe (Coracornis sanghirensis).

Murai batu, Cucak rawa, dan Jalak suren merupakan jenis burung kicau yang biasa dilombakan, sedangkan untuk Anis bentet sangihe dan Anis bentet kecil merupakan jenis burung endemik. Dalam PerMen nomer 92 yang harus diketahui publik, ada 787 jenis spesies hewan dilindungi.

Selain landak, hewan seperti biawak, kura-kura, merpati hutan, ular sanca, alap-alap, hingga kupu-kupu, tak boleh lagi diburu atau diperjual belikan secara bebas.

Ipda Afrizal Akbar Haris, Kanit 3 Tipidsus Satreskrim Polres Malang, menjelaskan, pelaku telah setahun menjalankan bisnisnya yakni jual beli hewan landak. Dimana hasil tangkapannya, dijual dengan harga 500 ribu per ekor.
“Hewan landak ini diminati pembeli untuk dikonsumsi. Pelaku mengaku tidak mengetahui adanya peraturan bahwa hewan landak dilindungi. Biasanya memburu disekitaran desanya karena menganggap landak sebagai hama perkebunan,” beber Afrizal.

Sementara itu, Imam Pujiono staf BKSDA Malang menuturkan,  pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait peraturan menteri nomer 92 tahun 2018, yang mengatur hewan landak jawa masuk spesies yang dilindungi.

“Kami terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat disekitaran hutan Kabupaten Malang. Masyarakat harus mengerti jenis-jenis hewan apa saja yang dilindungi oleh Negara. Karena dampak hukumnya minimal 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah,” Imam mengakhiri. (yog)

TerPopuler