KPK Jangan Kendor Meski Banyak Teror

KPK Jangan Kendor Meski Banyak Teror

16 Jan 2019, 18.45
Loading...

Malang Satu - Pegiat anti korupsi Malang Corruption Watch (MCW) melakukan demonstrasi dengan aksi teatrikal membawa bom molotov di depan Balai Kota Malang, Rabu, (16/1/2019). Aksi teatrikal sebagai bentuk dukungan kepada Komisi Pemberantas Korupsi agar kebal terhadap teror.

Koordinator MCW Fahruddin menhatakan, teror bom molotov kepada dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif sebagai upaya menakut-nakuti lembaga anti rasuah dalam upaya pemberantasan korupsi. MCW meminta KPK terus berjalan tanpa menghiraukan aksi teror yang terjadi.

“Teror bom terhadap Ketua KPK Agus Raharjo di rumahnya, 9 Januari 2018 dan disusul teror lain terhadap Wakil Pimpinan KPK Laode M Syarif adalah bentuk kejahatan. Jangan kendurkan semangat, tetap berantas korupsi,” tegas Fahruddin.

Fahruddin menganggap, serangkaian teror yang terus terjadi adalah upaya penghalang-halangan dalam memberantas korupsi. Perlu langkah kongkrit dari polisi untuk menuntaskan setiap aksi teror serta mengungkap pelakunya.


“Kami berharap, teror tidak menghilangkan semangat dan keberanian KPK dalam memberantas korupsi. Karena korupsi telah merusak tatanan yang ada, mulai dari tatanan sosial, budaya, ekonomi, hukum dan politik. Harus diperangi,” tandas Fahruddin.

Selain itu, MCW menuntut beberapa hal, diantaranya meminta Kepolisian RI melalui Tim Gabungan segera menyelesaikan kasus yang dialami oleh Penyidik KPK Novel Baswedan. Sekaligus memberikan informasi secara berkala kepada publik terhadap setiap perkembangan yang terjadi.

Kepolisian RI segera mengungkap siapa aktor dibalik teror terhadap Ketua KPK Agus raharjo dan Wakil Pimpinan KPK Laode M Syarif. Serta mengutuk segala bentuk teror terhadap pejuang anti korupsi dan KPK. (yog)

TerPopuler