Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ustadz Sadullah Tunggu Gelar Perkara

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ustadz Sadullah Tunggu Gelar Perkara

21 Jan 2019, 16.31
Loading...

Malang Satu - Kasus dugaan penghinaan dan ujaran kebencian oleh ustad Sa’dullah, yang dilaporkan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang ke Polres Malang pada Sabtu (5/1/2019) lalu, masih terus didalami.

Satreskrim Polres Malang, baru akan gelar perkara hasil pemeriksaan saksi-saksi dalam Minggu ini. "Kami masih akan gelar perkara dulu dengan penyidik. Gelar perkara ini untuk menentukan apakah ada pelanggaran tindak pidananya," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, Senin (21/1/2019).

Dari hasil gelar perkara itulah, jika ditemukan pelanggaran tindak pidana, penyidik akan meningkatkan perkaranya. Dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sejauh ini, Satreskrim Polres Malang juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi.

"Sudah ada beberapa saksi yang kami periksa. Namun untuk saksi ahli bahasa masih menunggu. Tetapi sebelumnya sudah kami koordinasikan," tutur Adrian.

Sekadar diketahui, GP Ansor Kabupaten Malang melaporkan Ustadz (Kiai) Sa'dullah, seorang ulama asal Sukorejo Pasuruan, ke Polres Malang. Tuduhannya, atas dugaan penghinaan dan ujaran kebencian. Dalam ceramahnya menyebut Banser, NU dan Cawapres KH Ma'ruf Amin adalah antek PKI dan Asing.
Ceramahnya saat peringatan haul salah satu tokoh masyarakat di Dusun Baran, Desa Kidal Kecamatan Tumpang, 30 September 2018 lalu. Dalam laporan itu disebutkan Ustadz Sa'dullah menyebut Banser dan Cawapres KH Ma'ruf Amin, adalah PKI dan sebagainya. Bukti video berdurasi sekitar tiga menit yang viral tersebut ikut dilampirkan dalam laporannya.

Terkait dengan laporannya ke Polres Malang itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Khusnul Hakim Sadad, menyebut telah menyiapkan 15 pengacara dari LBH -NU yang siap memberikan bantuan hukum kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang. 15 pengacara ini akan mengawal kasusnya sampai tuntas. (yog)

TerPopuler