Islam Nusantara untuk Kemanusian

Islam Nusantara untuk Kemanusian

12 Jan 2019, 16.25
Loading...

Malang Satu - Dikala nalar umat Islam terpenjara dalam tirani dogma agama yang disalahtafsirkan hingga membuat Islam menjadi nampak usang, kreatifitas para ulama dalam berijtihad untuk menyesuaikan Islam dengan zaman pun dianggap haram dan terlarang.

Munculnya slogan-slogan takfir (mengkafirkan), ibda' (membidahkan), takhrif (menyesatkan), menuduh liberal kepada mereka yang berbeda  hingga fatwa dihalalkannya darah sesama umat Islam, adalah realita gambaran mati dan dimatikannya nalar Islam.

Jangan aneh jika ujung ujungnya Islam di timur tengah kini menjadi luluh lantak akibat konflik agama yang tak berkesudahan, dan perang yang tidak jelas apa tujuannya dan kapan ujung akhirnya.

Lalu siapa yang jadi harapan penyelamat peradaban Islam di akhir zaman?

Syahdan, hanya Islam NUsantara dengan orisinalitasnya sebagai Islam Aswaja yang hingga kini masih eksis di dunia Islam. Pergulatan sejarah Indonesia yang begitu complicated namun bisa diselesaikan oleh para Kyai dengan jamiyah NUnya adalah bukti Indonesia butuh NU, dan dunia Islam butuh Islam Nusantara.

Jangan aneh jika para cendekiawan di seluruh dunia sangat berharap agar tipologi Islam kaum nahdliyin ini menjadi solusi atas terancam hancurnya peradaban mulia manusia di akhir zaman akibat keserakahan manusia.

Kapitalis Amerika dan Yahudi serakah dengan super power politiknya. Sosialis China serakah dengan kekuasaan ekonominya. Manakala dalam Islam, keserakahan-keserakahan para "agamawan abal-abal" itu justru diatasnamakan dengan nama Tuhan dan slogan-slogan agama yang dikorup untuk kepentingan nafsu kekuasaan belaka.

Maka membekali para kyai muda NU dalam jamiyah Rijalul Ansor dengan manhaj Islam Nusantara bagi peradaban dan kemanusiaan yang rahmah bagi seluruh alam, adalah kewajiban demi eksistensi NU sebagai pilar Indonesia dan solusi bagi dunia di masa mendatang.

Nawaitu gandolan sarung mbah Hasyim Asyari, mbah Wahab Hasbullah, mbah Ali Maksum, mbah Ahmad Shiddiq, hingga mbah Sahal Mahfudz lillahi ta'ala. Salam damai Islam Nusantara. (*)

Penulis: Gus Yazid, Ketua Robithoh Maahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Malang

TerPopuler