Hujan, Lindungi Tanaman Buah dengan Fungisida

Hujan, Lindungi Tanaman Buah dengan Fungisida

12 Jan 2019, 15.51
Loading...

Malang Satu - Bagi anda petani tanaman buah dan sayur, musim penghujan bisa menjadi berkah atau malah sebaliknya. Pasokan air yang melimpah selama penghujan, tentunya beresiko memunculkan banyak jamur dan cendawan pada tanaman.

Alhasil, untuk menekan tumbuhnya jamur dan cendawan di musim hujan, para petani tanaman buah-buahan biasanya sudah mengalokasikan dana perawatan. Anggaran biaya perawatan tanaman pun biasanya naik sebesar 25 hingga 50 persen.

“Kalau musim penghujan seperti saat ini, rata-rata biaya perawatan tanaman ikut naik. Bisa sampai 50 persen. Tergantung luas dan banyaknya tanaman,” terang Syaiful Asyari, Petani Buah-Buahan di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (12/1/2019) sore.

Selain petani buah, kenaikan biaya perawatan itu juga berlaku bagi petani sayur-mayur. Cara jitu yang kerap dilakukan Syaiful yakni, dengan menyemprotkan fungisida pada daun dan pohon tanaman.

Fungisida adalah bahan kimia atau bahan non kimia, untuk memberantas tumbuhnya jamur dan cendawan yang kerap muncul saat musim penghujan. Fungisida non kimia, bisa di produksi sendiri dengan perbandingan 1 mili untuk 1 liter air.

“Fungisida bisa kita buat sendiri. Biasanya terbuat dari serbuk belerang, bawang putih dan uap arang dari tempurung kelapa. Dimana pemakaian 1 ml untuk 1 liter air. Lalu kita semprotkan.pada tanaman,” beber Syaiful.

Jika cuaca kering, lanjut Syaiful, penyemprotan bisa lebih dari dua pekan sekali. Namun khusus di musim penghujan, proses menekan jamur dan cendawan dengan fungisida biasanya ia lakukan 10 hari sekali.

Jika anda tak punya banyak waktu membuat fungisida sendiri, fungisida buatan pabrik seperti  ditane, mancozeb, tinep dan antracol sudah banyak beredar di pasaran.

“Semua jenis tanaman membutuhkan fungisida. Biasanya pengobatan atau pengompresan tanaman jika cuaca cerah 15 hari sekali. Khusus di musim hujan 10 hari sekali. Kalau tanaman sayuran dari 7 hari sekali saat ini harus 4 hari sekali,” urai Syaiful. (yog)

TerPopuler