Aksi Massa Desak Deklarasi Persaudaraan Alumni 212 Jatim Bubar

Aksi Massa Desak Deklarasi Persaudaraan Alumni 212 Jatim Bubar

20 Jan 2019, 19.36
Loading...

Malang Satu - Kegiatan Deklarasi dan Pembekalan Persaudaraan Alumni Aksi 212 Jawa Timur. Yang digelar di sebuah gedung pertemuan di Kota Malang, diminta bubar oleh sekelompok massa. Karena dinilai tak mengantongi ijin kegiatan.

Nampak Sekelompok Massa ini terus meneriakkan agar acara PA 212 Jawa Timur ini untuk dibubarkan. Polisipun nampak melakukan barikade di depan pintu masuk gedung Yayasan Sosial dan Dakwah Islam Muamalah, yang berada di jalan Nusakambangan, Kota Malang. Guna mencegah potensi memanasnya, aksi penolakan ini.

Sementara itu di dalam gedung yang dijaga pihak kepolisian. Sekitar 500 an relawan yang tergabung dalam PA 212 Jawa Timur sedang mengikuti deklarasi dan pembekalan untuk memenangkan paslon Prabowo Sandi dalam Pilpres 2019 pada 17 April mendatang.
Dari pantauan dilapangan. Sekelompok massa yang menolak adanya deklarasi PA 212 Jawa timur yang di gelar di Kota Malang ini. Selain dinilai tidak mengantongi Surat ijin kegiatan dari pihak kepolisian. Juga dikarenakan massa aksi juga menolak pencampur adukan agenda politik yang dibungkus dengan agama.

Penolakan kegiatan PA 212 inipun sempat memanas, dikarenakan massa PA 212 tidak mengindahkan permintaan menghentikan acara.

Akhirnya aksi penolakan ini berhasil diredam pihak kepolisian resort Malang Kota, setelah kepolisian meminta pihak panitia acara PA 212 untuk menurunkan spanduk yang terpasang di lokasi acara.

Sementara itu, AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota yang meminpin langsung pengamanan di lokasi menjelaskan. Panitia PA 212 ini akhirnya mengganti tema acara dengan kegiatan rapat terbatas. Ia pun membenarkan bahwa dalam kegiatan ini,  belum mendapatkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan dari Kepolisian.

"Jadi berdasarkan surat dari Polda Jatim, tidak menerbitkan STTP kegiatan ini, kami ingin suasana kondusif di Kota Malang, karena banyaknya penolakan dari warga atas kegiatan ini. Jadi kalau deklarasi harus berbadan hukum, kalau ada unsur kampanye. Biar nanti dipantau Bawaslu." Ungkapnya.

Sementara itu, dari pihak PA 212. Saat dikonfirmasi melalui Bernard Abdul Jabar, sekertaris umum PA 212 pusat. Menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat perijinan kesejumlah pihak terbaik, baik polisi serta KPU selaku penyelenggara Pemilu. Panitiapun menyayangkan adanya permintaan pembubaran yang mereka alami dari sekelompok massa ini. Mereka menilai, acara mereka ini legal karena sifatnya tertutup dan dirasa tidak menggangu ketertiban umum.
"Sebenarnya ini adalah hajat PA 212 secara nasional. Dan memang setiap perwakilan daerah ingin melakukan  pembekalan pada setiap relawannya, untuk menghadapi Pemilu mendatang." Imbuhnya.

Bernard Abdul Jabarpun, balik menanyakan apakah polisi juga memberikan ijin pada sekelompok massa yang melakukan demo penolakan pada  acara mereka. Ia pun meminta aparatur bersikap bersifat adil, mengayomi dan mengawal ini.

Usai menemui titik temu, akhirnya sekelompok massa yang menolak deklarasi PA 212 Jawa Timur ini, membubarkan diri. Usai Panitia acara melepas Spanduk deklrasi acara dan melanjutkan kegiatan internal secara tertutup, dalam pemantauan pihak kepolisian. (aga)

TerPopuler