AKBP Yade Setiawan Ujung, Sang Wiyata Cendekia

AKBP Yade Setiawan Ujung, Sang Wiyata Cendekia

16 Jan 2019, 15.03
Loading...

Malang Satu - AJUN Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yade Setiawan Ujung SH.SIK, M.Si namanya. Menjabat Kepala Polisi Resor Malang, pria kelahiran Jakarta  ini, sosok perwira Polisi dengan karir cemerlang.

Di usianya yang terbilang masih muda, AKBP Ujung sudah ditunjuk langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengemban tongkat komando sebagai Kapolres Malang.

Di kalangan rekan-rekan seangkatannya, AKBP Ujung tergolong Polisi yang jenius. Hal itu dibuktikan ketika pendidikan taruna, perwira berpostur tinggi tegap ini, menerima bintang “Tri Sakti Wirata Emas”.

Penghargaan saat menjalani taruna Akpol pada tahun 2000 lalu, merupakan bukti jika nilai akademik AKBP Ujung diatas rata-rata.

Ia lalu melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta tahun 2006 dan meraih strata 1 dalam bidang “Police Studies”.

Satu tahun kemudian, AKBP Ujung lulus dengan meraih bintang “Wiyata Cendekia” yang berarti, gelar bagi lulusan terbaik dalam PTIK.

Tak berhenti sampai di situ, otak encer AKBP Ujung juga berlanjut saat menimba ilmu Hukum di Surakarta. Ia juga meraih predikat Cum Laude Magister Ilmu Administrasi (S2) di Universitas Indonesia tahun 2010. Selama bergabung di korps baju cokelat ini, Ujung banyak bertugas di bidang reserse.

Sejak lulus Akpol pada 14 Desember 2000 silam, Ujung menjadi Perwira Samapta di Polresta Surakarta dengan jabatan Kanit di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim),  sebelum akhirnya menjabat Kapolsek. Jiwa reserse AKBP Ujung, ditempa di Pusat Pendidikan (Pusdik) Mega Mendung tahun 2004.

Bersama 10 lulusan terbaik lainnya, Ujung juga sempat menjadi Instruktur Akademi Kepolisian. Selanjutnya pada tahun 2009, job baru AKBP Ujung dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polres KPPP Tanjung Priok, Polda Metro Jaya.

Sebelum bertugas di Tanjung Priok, Pak Ujung pernah menjabat Kanit Reskrim di Polres Jakarta Pusat, sebagai Penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum serta Kanit Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Guna memperdalam ilmu resersenya, tahun 2008 AKBP Ujung berangkat ke Bangkok Thailand. Bersama polisi dari berbagai penjuru dunia, Ujung mengikuti Suvervisory Criminal Investigator Course ke-25. Berkat pendidikan itulah, AKBP Ujung menjadi inisiator atau salah satu pendesain operasi Camar Maleo.

Dalam operasi Camar Maleo inilah, nama AKBP Yade Setiawan Ujung merangkak naik. Pasalnya, selaku penggagas sandi operasi Camar Maleo, Polri saat itu mampu meringkus gembong teroris Poso, Daeng Koro. Daeng Koro saat itu menjadi orang yang paling diburu aparat Kepolisian setelah Santoso. Penangkapan Daeng Koro, berkat jasa besar AKBP Ujung.

Berkat pengalamanya dalam pengungkapan kasus di Poso, AKBP Ujung pun di daulat menjadi tamu kehormatan di 9 negara bagian Amerika Serikat tahun 2010 lalu. Pertemuan itu membicarakan tentang isu human trafficking melalui program International Visitor Leadership Program.

Empat tahun berikutnya, Ujung masuk Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Berkat kecerdasan intelektualnya, ia lulus sebagai Perwira terbaik dengan nilai sangat memuaskan (Cumlaude). Sampai akhirnya, AKBP Ujung didapuk sebagai Sekpri Wakapolri Spripim Polri pada tahun 2015-2016.

“Dimana bumi dipijak, disitulah langit kita junjung. Mengabdi sebagai pelayan masyarakat di Kepolisian, kita harus totalitas dalam berbagai hal,” tegas Ujung. (yog)

Inilah Biografi AKBP Yade Setiawan Ujung, Sang Wiyata Cendekia

TerPopuler